Senin, 26 Oktober 2020

Berpotensi Rugikan Negara, WALHI Desak Pemerintah Batalkan Proyek PLTU Batubara

Berpotensi Rugikan Negara, WALHI Desak Pemerintah Batalkan Proyek PLTU Batubara

Foto: Ilustrasi PLTU Jepara. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Lembaga Swadaya Masyarakat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak agar seluruh proyek PLTU batubara tidak hanya ditinjau ulang namun segera dibatalkan karena selain berdampak terhadap lingkungan hidup dan mengancam mata pencaharian masyarakat terutama petani dan nelayan.

Pembangunan PLTU batubara juga berpotensi membangkrutkan keuangan negara. Sebelumnya, WALHI juga telah mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan pada tanggal 6 Februari 2017 untuk tidak memberikan jaminan pembiayaan kepada pembangkit listrik tenaga batubara Cirebon 2 karena alasan yang sama, tetapi sayangnya Menteri Keuangan tetap memberikan surat jaminan kelayakan usaha pada proyek tersebut.

“Dalam surat tersebut kami sampaikan bahwa saat ini sistem kelistrikan Jawa-Bali mengalami kelebihan daya yang sangat besar. Sistem pembelian pun bermasalah yaitu take-or-pay dimana PLN harus membayar listrik yang dihasilkan oleh penyedia listrik swasta walaupun listrik tersebut tidak digunakan,” ujar
Manager urban dan energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Dwi Sawung, melalui rilis yang diterima Swamedium.com, Ahad (1/10).

WALHI mengungkapkan, saat ini Daya Mampu PLN sistem Jawa-Bali sebesar 33.153 MW dengan beban puncak 25.106, dengan demikian sistem kelistrikan Jawa-Bali kelebihan pasokan paling sedikit sebesar 8.000MW.

“Kelebihan listrik tersebut tetap harus dibayar yang pada ujungnya membebani keuangan negara,” ungkap Dwi.

Dijelaskannya, pertumbuhan konsumsi listrik juga tidak sesuai dengan proyeksi yang dibuat oleh PLN. Pertumbuhan konsumsi listrik semester I tahun 2017 hanya 2,4% jauh sekali dengan target yang dibuat sebesar 6,5%.

Dengan begitu, WALHI menilai dengan kondisi yang ada tanpa membangun pembangkit baru pun masih ada cadangan daya listrik yang bisa digunakan hingga tahun 2026.

“Saat ini PLN masih membangun pembangkit-pembangkit dengan kapasitas yang sangat besar di dalam sistem kelistrikan Jawa-bali dimana proyeksi kebutuhannya tidak sesuai dengan pembangunannya yang akan memperbesar kerugian PLN,” jelas Dwi.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.