Minggu, 25 Oktober 2020

Jelang Akhir 2017, Penjualan Kendaraan Bermotor Naik Tipis

Jelang Akhir 2017, Penjualan Kendaraan Bermotor Naik Tipis

Penjualan kendaraan bermotor naik tipis setelah BI pangkas suku bunga acuan. (*/propertybank)

Jakarta, Swamedium.com – Penjualan mobil dan motor periode Januari-Agustus menunjukkan peningkatan sebesar 3,8% – 5% menjadi 715.291 unit dan 3,793 juta unit.Penjualan otomotif yang semula lesu ini tertolong oleh kebijakan BI memangkas suku bunga acuan dan gencarnya promosi kemudahan cicilan yang biasa dilakukan oleh dealer setiap menjelang akhir tahun untuk mendongkrak penjualan.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dirilis tribunnews,com memperlihatkan, pada bulan Agustus penjualan mobil tumbuh 5,6% dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi 96.461 unit. Angka ini naik bila dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan mobil pada Juli yang meningkat 4,3% menjadi 85.363 unit. Sehingga total penjualan mobil dalam kurun Januari – Agustus tercatat sebesar 715.291 unit atau naik 3,8% secara tahunan.

Sementara itu, data dari Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mencatat, penjualan motor pada akhir Agustus naik 5% dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi 554.923 unit.
Pada akhir Juli lalu, penjualan motor tercatat sebesar 538.176 unit, sehingga total penjualan motor dari Januari – Agustus tercatat sebesar 3,793 juta unit.

”Salah satu sektor yang diuntungkan setelah Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan pada Agustus dan September adalah sektor otomotif, karena kemampuan beli masyarakat kelas menengah yang pada umumnya membeli dengan menyicil cukup terbantu,” kata Plt Kepala Riset dan Strategi Bahana Sekuritas Henry Wibowo dalam rilisnya, Minggu (1/10).

Bahana memperkirakan hingga akhir tahun ini, penjualan mobil dan motor akan naik pada kisaran 3% – 5%. Pertumbuhan penjualan mobil diperkirakan akan lebih baik dibanding penjualan motor karena akibat reformasi di bidang energi yang telah dijalankan pemerintah sejak awal tahun, yang memukul daya beli masyarakat kelas bawah.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.