Minggu, 01 November 2020

Minna Padi Berencana Kuasai Saham, Masihkah Bank Muamalat Murni Syariah?

Minna Padi Berencana Kuasai Saham, Masihkah Bank Muamalat Murni Syariah?

Foto. Bank Muamalat urung dikuasai oleh Mina Padi setelah OJK menolak skema akuisisinya. (*/gbgindonesia)

Jakarta, Swamedium.com – Kabar PT Mina Padi Sekuritas Investama Tbk (PADI) akan segera menguasai 51% saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI) memunculkan harapan sekaligus kecemasan dari umat Islam. Bagaimana masa depan bank syariah pertama di Indonesia yang memiliki slogan “Pertama Murni Syariah” ini di tangan para kapitalis?

Pada 28 September 2017, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BMI telah menyepakati Mina Padi akan menjadi pembeli siaga (standby buyer) dengan target menguasai 51% saham, dalam proses penawaran umum saham terbatas atau righs issue BMI yang diharapkan tuntas pada Desember ini.

Bila rencana itu terealisasi, maka perusahaan sekuritas di Bursa Efek Indonesia, PT Batavia Artatama Securindo, yang pada 18 Februari 2004 berganti nama menjadi PT Mina Padi Sekuritas Investama Tbk ini akan menjadi pemegang saham utama BMI.

Mengapa Mina Padi yang bisnisnya di pasar modal tertarik beli bank syariah?

Alasannya, menurut Direktur Utama Mina Padi Sekuritas Investama, Djoko Joelianto, perbankan syariah di tanah air masih memiliki ruang yang besar untuk tumbuh. “Kita melihat kesempatannya masih sangat besar dan BMI sebagai bank syariah pertama bisa tumbuh lebih besar lagi,” ujarnya, yang dikutip Wartaekonomi, di akhir pekan ini.

Selain itu, kata Djoko, kesempatan untuk mengakuisisi BMI juga sejalan dengan jalur bisnis perseroan yang berada di bidang keuangan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang sudah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Muamalat menerbitkan sebanyak-banyaknya 80 miliar lembar saham baru melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, sesuai dengan Peraturan Otoritias Jasa Keuangan (POJK) No. 32/POJK.4/2015.

Minna Padi, baik sendiri maupun bersama-sama dengan investor lain akan bertindak sebagai pembeli siaga. Sebanyak 80 miliar saham baru yang akan diterbitkan tersebut merepresentasikan porsi kepemilikan saham minimal 51% dengan total modal baru yang akan masuk Rp4,5 triliun.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.