Minggu, 05 Desember 2021

Inilah Catatan Panjang Aksi Teror Bom Molotov di Pekanbaru

Inilah Catatan Panjang Aksi Teror Bom Molotov di Pekanbaru

Foto: Ilustrasi. (ist)

Pekanbaru, Swamedium.com — Hampir setiap tahun teror bom molotov terjadi di Kota Pekanbaru, Riau. Sasarannya, mulai pejabat, politisi, pengacara hingga pengusaha. Yang baru terjadi, rumah Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Riau Supriati dilempari bom molotov oleh orang tidak dikenal.

Banner Iklan Swamedium

Berikut catatan teror bom molotov di Pekanbaru yang dirangkum redaksi swamedium.

Rumah pengacara

Pada Selasa (27/4/2014) rumah Tommy Karya (46) seorang pengacara dilempari bom molotov. Dalam aksi itu, pelaku melempari rumah Tommy di Jalan Griya Indah, Perum Griya Indah Blok C No 8 RT08 RW02 Kelurahan Limbungan Baru Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru sekira pukul 04.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa. Namun dua mobil korban, Honda CRV Nopol BM 1294 AX dan Jeep Cherooke Nopol BM 1793 TL nyaris hangus akibat api yang meledak dari pecahan bom molotov itu.

Bom Molotov di Rumah Kadis Bina Marga Riau

Pada Jumat (19/2/2016), rumah Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga Provinsi Riau, Safril Tamum di Jalan Pinang Nomor 91, Kelurahan Tangkerang Tengah Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau, dilempar bom molotov.

Aksi pelemparan itu diperkirakan terjadi sekira pukul 04.00 WIB. Beruntung api cepat dipadamkan.

Sekuriti komplek, Muksan (24) sempat melihat pelaku yang berjumlah dua orang, paska bom molotov itu meledak di garasi rumah Ksafril Tamum. Namun, saat didatangi, ke dua pelaku langsung kabur dengan motor.

Empat Kejadian dalam Satu Bulan

Pada bulan Oktober tahun 2016, ada empat kejadian teror bom molotov. Pertama, rumah seorang ASN Dishub di Jalan Dahlia, Kota Pekanbaru di teror bom pada 5 Oktober 2016 lalu.

Kemudian, bom molotov di rumah Sekretaris Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Siak sekitar minggu ketiga Oktober.

Selanjutnya, giliran rumah Wakil Bupati Bengkalis di Bukit Raya yang jadi sasaran. Beruntung molotov tersebut gagal meledak, sehingga tidak menimbulkan kerugian. Kejadiannya pada 18 Oktober 2016.

Terakhir teror molotov di rumah Ketua DPW Nasdem Riau di Jalan Sisingamangaraja, 19 Oktober 2016. Tiga benda diduga molotov didapati di belakang rumah dengan kondisinya masih utuh alias belum digunakan. (*/d)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita