Sabtu, 04 Desember 2021

Begini Kronologi Pengiriman Senjata di Bandara Fatmawati Bengkulu

Begini Kronologi Pengiriman Senjata di Bandara Fatmawati Bengkulu

Foto: Paket senjata yang tiba di Bandara Fatmawati, Bengkulu. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Pengiriman senjata api kembali terjadi di bandara sipil pada Rabu (4/10) kemarin. Kali ini terjadi di Bandara Fatmawati, Bengkulu.

Banner Iklan Swamedium

Dari data yang dihimpun Swamedium.com, paket senjata ini tiba dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng di Terminal Cargo Bandara Fatmawati sekitar pukul 08.45 WIB sebanyak 10 koli.

Koli-koli tersebut diangkut dengan penerbangan pesawat Garuda No. 296. Dengan data pengirim diketahui dari BNN RI, Jalan MT Haryono No. 11 Cawang, Jakarta.

Foto: Koli-koli yang berisi paket senjata. (ist)

Dari hasil scan xtray di Bandara Fatmawati, paket tersebut diketahui berisikan senjata api. Akhirnya, barang itu ditahan oleh Kasrem 041/Gamas bersama Danlanal Bengkulu di Terminal Cargo Bandara Fatmawati.

Pemeriksaan pun dilakukan oleh petugas terhadap penerima barang ini. Diketahui paket tersebut dialamatkan ke Adi Darmawanto beralamatkan di Jalan Glatik Atas No. 30 RT 10 / RW 09, Bengkulu.

Foto: Hasil X-Ray yang menunjukkan paket berisi senjata. (ist)

Petugas menemukan alamat tersebut dihuni oleh pensiunan BKKBN Provinsi Bengkulu bernama Suratmin. Saat ditanya, sang pemilik rumah mengaku tidak memiliki hubungan dengan senjata yang ditemukan di Terminal Cargo Bandara ini.

Sementara Kepala BNN Bengkulu, Brigjen Nugroho menjelaskan bahwa paket senjata tersebut merupakan milik institusi yang dipimpinnya. Dia menyebut dirinya sendiri yang meminta pengiriman senjata – senjata itu.

“Itu senjata resmi, saya minta ke BNN pusat,” ujar Nugroho seperti dikutip Wartakota, Rabu (4/10) kemarin.

Adapun data-data senjata yang dikirim tersebut terdiri dari Saiga-12CEXP-01 kaliber 18,3 MM berjumlah 5 pack buatan Rusia, dan senjata pistolnCZ P-07 kaliber 22 mm sebanyak 21 buah.

Foto: Senjata berupa pistol yang berada dalam paket. (ist)


Foto: Paket berisi senjata jenis AK-47 yang juga berada dalam paket. (ist)

Selain itu, ada juga rompi anti peluru sebanyak 21 buah dan sarung pistol sejumlah 42 buah yang juga berada di dalam paket itu.

Nugroho pun kembali menegaskan, kalau paket senjata itu dikirim dari BNN Pusat.

“Itu dikirim dari BNN pusat, dari Bandara Soetta. Ini kan resmi ada fakturnya,” ujarnya.

Nugroho mengaku permintaan pengiriman senjata ditujukan untuk operasional BNNP Bengkulu, lantaran jumlah senjata api saat ini kurang memadai.

“Kalau soal alamat pengiriman, itu tadinya memang dikirim ke rumah anggota kami. Biar lebih mudah saja pengambilannya. Ini jenis senjata sipil bukan militer,” tuturnya.

Meski begitu, dia mengakui adanya kekurangan koordinasi sehingga pengiriman paket ini membuat heboh sejumlah pihak.

“Memang kurangnya koordinasi dengan petugas di Bandara, sampai jadi ramai seperti ini. Tapi kan pengirimannya juga dikawal oleh empat orang petugas dari kami,” jelasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita