Friday, 26 April 2019

Pengacara Buni Yani: Tuntutan 2 Tahun Jaksa, Indikasi Balas Dendam

Pengacara Buni Yani: Tuntutan 2 Tahun Jaksa, Indikasi Balas Dendam

Foto: Buni Yani dan pengacaranya Aldwin Rahadian usai persidangan. (Ariesmen/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian menyebut pernyataan Jaksa Agung Prasetyo yang mengatakan tuntutan dua tahun terhadap Buni Yani terkait dengan vonis dua tahun penjara Basuki T Purnama, sebagai indikasi balas dendam.

“Pernyataan Jaksa Agung ini semakin memperjelas pertimbangan utama kejaksaan menyeret Buni Yani ke pengadilan adalah sebagai bentuk ‘balas dendam’ karena Ahok di penjara dua tahun,” kata Ketua Tim Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian, di Jakarta, Rabu (11/10).

Aldwin juga mengatakan, dengan pernyataan Jaksa Agung Prasetyo itu yang disebutnya ada indikasi balas dendam dari kejaksaan agung, maka dia menilai majelis hakim akan membebaskan Buni Yani.

“Mudah-mudahan Yang Mulia Hakim mencermati pernyataaan Jaksa Agung ini. Kami semakin yakin Buni Yani akan dibebaskan,” lanjut Aldwin.

Aldwin pun mengungkapkan, baru terjadi kali ini di dunia hukum, bahwa sebuah tuntutan Jaksa kepada terdakwa, pertimbangan utamanya adalah agar tuntutan tersebut seimbang dengan tuntutan yang telah diterima terdakwa lain di kasus yang berbeda.

Aldwin pun menduga, Jaksa Agung Prasetyo tidak mencermati Putusan Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara yang menyatakan Ahok bersalah karena telah menghina Surat Al-Maidah ayat 51 dan secara tegas menyatakan tidak ada hubungan antara Buni Yani dengan kasus Ahok.

“Pernyataan Jaksa Agung adalah sebuah blunder yang ‘menguntungkan’ Buni Yani, karena sudah jelas Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara menolak semua kesimpulan JPU (jaksa penuntut umum) yang saat itu ngotot mengaitkan dan melebarkan kasus Ahok dengan Buni Yani. Padahal saat itu posisi JPU harusnya berseberangan dengan terdakwa,” papar Aldwin.

“Kan sudah jelas Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara menyatakan bahwa keresahan yang timbul di masyarakat terjadi karena ucapan Ahok sendiri yang telah mencederai perasaan dan memecah kerukunan umat. Hakim juga menegaskan, kasus Ahok juga tidak ada hubungannya dengan Buni Yani, karena tidak ada satupun pelapor yang menjadikan video yang ada di akun facebook Buni Yani sebagai dasar pelaporan. Nah, sekarang Jaksa Agung masih tetap ngotot mengaitkan kasus Ahok terkait dengan Buni Yani dan malah menjadikannya sebagai pertimbangan utama menuntut Buni Yani, dua tahun penjara. Ini akan mengganggu akal sehat kita. Saya yakin nurani Hakim bisa melihat bahwa Buni Yani dijadikan obyek ‘balas dendam. Insha Allah Buni Yani Bebas,” jelas Aldwin.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)