Minggu, 05 Desember 2021

Maraknya Bisnis Online Diharapkan Bangkitkan Properti Pergudangan

Maraknya Bisnis Online Diharapkan Bangkitkan Properti Pergudangan

Foto. Permintaan gudang diharapakan naik seiring maraknya bisnis online. (*)

Jakarta, Swamedium.com – Secara umum penjualan properti di tanah air masih lesu akibat perekonomian menurun. Namun bisnis properti, khususnya di pergudangan dan logistik diperkirakan akan mulai bergairah yang didorong oleh semakin berkembangnya perdagangan berbasis online atau e-commerce di Indonesia.

Banner Iklan Swamedium

Seperti diketahui, pemain bisnis online di Indonesia semakin marak dengan masuknya pemain besar online dunia seperti Jack Ma yang mengakuisisi perusahaan online di Indonesia. Pemain e-commerce, diantaranya Tokopedia, Bukalapak, Lazada, blanja.com. blibli.com, zalora, dan sebagainya. Meningkatnya bisnis online ini memunculkan kebutuhan gudang dan logistik.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Riset JLL Indonesia James Taylor mengatakan, pesatnya perkembangan industri e-commerce diharapkan berdampak kepada sektor properti. Khususnya pada sektor pergudangan dan logistik.

“Sektor e commerce diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor pergudangan. Beberapa pemain e-commerce kan banyak. Dari pemain lokal hingga Internasional. Lokalnya seperti blanja.com, Blibli.com,” ujarnya dalam property update di Kantor JLL, Jakarta, Rabu (11/10).

Menurut James, saat ini industri pergudangan sudah mulai dalam kondisi bergeliat. Apalagi dengan pasokan baru yang dilakukan oleh perusahaan e-commerce ternama yakni Lazada.

Yang mana, Lazada memasok sekitar 31.000 meter persegi pergudangan baru pada tahun 2017 ini di daerah Depok. Bahkan, Lazada masih akan menambah 31.000 meter persegi lagi pasokan gudang pada 2018 mendatang.

“Salah satu pasokan baru dari Lazada. Dia membutuhkan pergudangan totalnya 62.000 meter persegi di Depok. Ada 31.000 yang sudah selesai dan 31.000 lagi akan selesai di 2018,” jelasnya.

Sebagai informasi, saat ini stok pergudangan modern sudah mencapai 1 juta meter persegi. Pada 2019 mendatang diprediksi akan bertambah 55.000 meter persegi pergudangan modern lagi. (*/maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita