Senin, 25 Januari 2021

Petani Bisa Penuhi Kebutuhan Singkong, Mengapa Masih Impor?

Petani Bisa Penuhi Kebutuhan Singkong, Mengapa Masih Impor?

Foto. Banjir singkong impor merugikan petani nasional. (*)

Jakarta, Swamedium.com – Banjir impor singkong yang angkanya mencapai 3,2 ribu ton pada semester pertama 2017 ini dinilai merugikan petani nasional. Produksi singkong di Indonesia sebenarnya sudah memenuhi kebutuhan nasional meski dari segi harga masih lebih murah singkong impor.

Banner Iklan Swamedium

Seperti diketahui, pada semester I-2017, impor singkong Indonesia mencapai 3,2 ribu ton atau US$ 613,2 ribu. Seluruh impor singkong itu berasal dari Vietnam. Dan, sejak bertahun-tahun lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data impor singkong dalam jumlah signifikan, padahal Indonesia memiliki tanah yang subur.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Agung Hendriadi mengatakan, pada dasarnya produksi singkong di Indonesia sudah memenuhi kebutuhan nasional. Namun takluk bila dibandingkan dengan singkong impor karena harganya masih lebih mahal.

“Kalau saya lihat produksi kita memenuhi kebutuhan nasional. Cuma kenapa singkong impor lebih murah? Karena produktivitas mereka (negara lain produsen singkong) tinggi,” jelas Agung, Minggu (14/10), yang dikutip detik.com.

Dia menjelaskan, produktivitas negara Thailand dan Filipina misalnya, dalam satu hektar lahan bisa mencapai 40-50 ton singkong. Sedangkan, produksi Indonesia per hektarnya hanya 25 ton.

“Satu hektar kayak Thailand dan Filipina bisa 40 sampai 50 ton. Sedangkan kita 25 ton/hektar. Mana bisa bersaing,” sambung Agung.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pihaknya akan menggarap kajian mengenai harga acuan singkong dan tidak akan menutup atau membatasi impor singkong.

“Tetap dibuka impor dari luar. Sementara kita masih menggarap kajian harga acuan ya untuk singkong,” katanya.
Kajian ini dilakukan bersama dengan Kementerian Perdagangan dan diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi petani singkong. Pasalnya, harga singkong dinilai sering mengalami kejatuhan.

“Singkong kadang jatuh harganya Rp 600-700. Aturan ini nggak lama lah keluarnya paling 2017 akhir sudah muncul,” pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun ini (semester I-2017), impor singkong mencapai 3,2 ribu ton atau US$ 613,2 ribu. Import singkong tersebut seluruhnya berasal dari Vietnam. (*/maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita