Minggu, 13 Juni 2021

Tokoh Perempuan Tionghoa: Pendukung Ahok Selalu Bikin Gaduh

Tokoh Perempuan Tionghoa: Pendukung Ahok Selalu Bikin Gaduh

Foto: Tokoh Perempuan Tionghoa, Agnes Marcellina. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Kubu pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atau yang dikenal sebagai Ahoker selalu bikin ribut. Terakhir mereka melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke polisi karena kata ‘pribumi’ dalam pidato perdananya di Balaikota, Senin (16/10) lalu.

Banner Iklan Swamedium

Tokoh perempuan Tionghoa, Agnes Marcellina mengungkapkan siapa sebenarnya pelapor Anies ke Polda Metro Jaya itu.

“Yang mempermasalahkan dan melaporkan polisi itu pendukung Ahok bernama Jack Boyd Lapian,” kata tokoh perempuan Tionghoa, Agnes Marcellina, Selasa (17/10) lalu.

Publik mengetahui, Jack Boyd Lapian adalah pendukung Jokowi-Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2012 dan Ahok-Djarot Pilgub DKI Jakarta 2017.

Agnes mengatakan, masyarakat bisa menilai siapa sebenarnya yang selalu ingin gaduh, kelompok mana sebenarnya ingin terus mencari masalah dan tidak bisa move on.

“Mulai dari Djarot yang tidak menghadiri acara pelantikan bahkan memilih untuk berlibur dan katanya tidak diundang padahal ada dalam daftar. Kebohongan macam apa pula ini? Etika macam apa pula? Contoh kepemimpinan macam apa pula?,” ujar Agnes.

Dia mengatakan, kelompok gagal paham dan tidak move on ini akan selalu menyalahkan Anies-Sandi.

“Apapun yang diucapkan, dilakukan oleh Anies Sandi akan terus diserang, “digoreng” dan dicari-cari kesalahan dalam bentuk apapun,” tandas Agnes.

Ia pun meminta teman-teman Tionghoa tidak menimbulkan masalah setelah Ahok gagal menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Kepada kawan-kawan Tionghoa, jangan karena membela Ahok lantas semua pikiran menjadi tidak jernih lagi. Sadarlah bahwa jika kalian tidak ‘move on’, jika kalian ‘gagal paham’ terus menerus maka kalian justru akan terus memperuncing gesekan yang sudah ada perihal berkebangsaan yang berbhinneka tunggal ika,” jelas Agnes.

Agnes meminta kalangan Tionghoa bersatu dalam membangun Jakarta karena sempat terjadi ketegangan karena perilaku seorang Ahok.

“Canangkan dengan nyata gerakan bahwa kita ingin bersatu dan tidak ingin hidup eksklusif di negara ini. Hentikan provokasi-provokasi dan kalau ada kelompok yang sebenarnya ingin menyeret Tionghoa kedalam pusaran politik tidak sehat karena ingin memecah belah bangsa ini,” pungkasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita