Friday, 26 April 2019

Kewajiban Orang Tua untuk Mencarikan Jodoh

Kewajiban Orang Tua untuk Mencarikan Jodoh

Foto: ilustrasi. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Ada beberapa orang yang bertanya, kita sering mendengar istilah anak durhaka, untuk menyebut anak yang tidak mengikuti perintah atau melanggar larangan orangtua. Lalu bagaimana dengan orangtua. Adakah orang tua durhaka?

Jawabannya: ada. Tapi istilahnya bukan durhaka. Orangtua yang zalim. Anak durhaka Vs
orangtua dzalim. Sebagaimana istri durhaka, kebalikannya, suami zalim. Rakyat durhaka,
sebaliknya pemerintah zalim.

Mereka bisa saling menzalimi. Bawahan menzalimi atasan, sebaliknya, atasan menzalimi
bawahan. Ini semua bisa terjadi karena sebab: ketika mereka tidak menunaikan hak dan
kewajiban sebagaimana mestinya.

Perintah Allah untuk Menikahkan Orang Lain

Salah satu diantara motivasi besar menikah, Allah Ta’ala memerintahkan orang yang
sudah menikah untuk turut menyukseskan terbentuknya pernikahan orang lain. Jika dia wali,
maka dia berkewajiban menikahkan para wanita yang berada di bawah kewaliannya dengan
mencarikan calon suami yang baik. Demikian pula ketika anaknya laki-laki. Orang tua harus
memberikan izin kepada putranya untuk menikahi wanita pilihannya, selama tidak ada madharat
yang merugikan dirinya atau keluarganya setelah menikah.

Allah berfirman, ”Kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. an-Nur: 32).

Makna “Orang-orang yang sedirian” adalah orang-orang yang belum menikah, baik laki-laki
maupun perempuan,” Ibn Abbas mengatakan, Allah memotivasi mereka untuk menikah, Allah
perintahkan kepada orang merdeka atau budak untuk menikah, dan Allah janjikan mereka
dengan kekayaan melalui nikah. (Tafsir Ibn katsir, 6/51)

As-Sa’di dalam tafsirnya menjelaskan, Allah memerintahkan kepada para wali dan kepala keluarga untuk menikahkan setiap orang yang belum menikah, yang berada di bawah kewaliannya, baik laki-laki maupun perempuan, gadis maupun janda. Kewajiban keluarga dan wali anak yatim untuk menikahkan setiap anak yang siap menikah, yang wajib dia nafkahi.. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 567).

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)