Sabtu, 04 Desember 2021

Fenomena Alam, Tiga Puting Beliung Muncul Bersamaan di Kepulauan Seribu

Fenomena Alam, Tiga Puting Beliung Muncul Bersamaan di Kepulauan Seribu

Foto: Tiga puting beliung muncul bersamaan menunjukkan bahwa iklim telah berubah akibat dari rusaknya lingkungan dan keseimbangan sistem bumi. (dok. BNPB)

Jakarta, Swamedium.com — Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan fenomena kemunculan puting beliung meningkat saat musim pancaroba. Menurutnya, adanya perbedaan temperatur yang kontras antara permukaan daratan, perairan dan atmosfer menyebabkan adanya perbedaan tekanan udara sehingga terbentuk puting beliung.

Banner Iklan Swamedium

Sutopo mengatakan, fenomena 3 penampakan puting beliung yang bersamaan terjadi di perairan Kepulauan Seribu yaitu di daerah Karang Lebar, Kelurahan Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, Senin (23/10) pukul 09.00 WIB.

“Ini adalah fenomena yang langka dimana 3 puting beliung berjejeran secara bersamaan. Apalagi di wilayah tropis fenomena tersebut jarang terjadi. Ini makin menunjukkan bahwa iklim telah berubah akibat dari rusaknya lingkungan dan keseimbangan sistem bumi,” kata Sutopo, di Jakarta, Senin (23/10).

Foto: Tiga puting beliung yang muncul bersamaan. (dok. BNPB)

Puting Beliung itu terjadi di dekat Pulau Opak, di belakang Pulau Kaliage yang merupakan pulau yang tidak berpenduduk.

“Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Ekor puting beliung berputar di sekitar perairan sehingga menimbulkan gelombang kecil di laut,” ujar Sutopo.

Foto: Puting beliung yang muncul di Pulau Opak. (dok. BPBD Jakarta)

Dia mengatakan, BPBD DKI Jakarta telah melakukan koordinasi dengan SKPD terkait melalui Pusat Data dan Informasi Kebencanaan dan Call Center Jakarta Siaga 112.

“Kondisi normal dan aktivitas masyarakat berjalan dengan aman,” tandasnya.

Sutopo mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan cuaca ekstrem selama musim pancaroba. Dijelaskannya, hujan deras yang diikuti dengan angin kencang dan puting beliung berpotensi meningkat kejadiannya.

“Hindari aktivitas di bawah pohon-pohon besar dan papan-papan reklame yang besar karena berpotensi roboh tertiup angin kencang. Waspadai banjir akibat meluapnya drainase dan sungai yang ada,” pungkasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita