Jumat, 25 Juni 2021

Asosiasi Perguruan Tinggi Tolak Aksi 28 Oktober

Asosiasi Perguruan Tinggi Tolak Aksi 28 Oktober

Foto: Ketua Umum APTISI Dr. Budi Djatmiko. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menyikapi laporan dari berbagai daerah tentang pelaksanaan Deklarasi Anti Radikalisme yang dilaksanakan di Bali, pada tanggal 25-26 September 2017 yang didukung oleh Menteri Agama dan Menristekdikti. Menurut mereka, acara tersebut syarat dengan kejanggalan dan sangat politis.

Banner Iklan Swamedium

“Dan cenderung menghambur hamburkan waktu dan uang puluhan milyar rupiah, entah sponsornya siapa”, kata Ketua Umum APTISI Dr. Budi Djatmiko, dalam siaran persnya, Rabu (25/10) kemarin.

Seperti diketahui, deklarasi anti radikalisme dan terorisme dari seluruh pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia, di Nusa Dua, Bali, pada 26 September 2017 tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Dalam acara itu, Presiden menyambut positif deklarasi perguruan tinggi se-Indonesia untuk melawan radikalisme.

Saat memberikan sambutan dalam acara penutupan Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia di Nusa Dua, Bali, Selasa (26/9) lalu, Jokowi mengatakan adanya ancaman yang menyusup di balik perkembangan teknologi. Di antaranya adalah melalui media sosial yang sangat terbuka.

“Menurut hemat kami masih banyak permasalahan PTS yang harus diselesaikan dan dipikirkan bersama, oleh karenanya APTISI sangat menyesalkan atas hal tersebut,” tegas Budi.

“Sedangkan acara yang akan direncanakan pada tanggal 28 Oktober 2017 tentang “Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme” tersebut adalah salah satu rangkaian acara Deklarasi Anti Radikalisme di Bali”, kata Budi melanjutkan.

Terkait aksi 28 Oktober itu, APTISI menegaskan, pihaknya menolak berpartisipasi dan menyatakan acara tersebut bukan atas inisiasi mereka.

“Berdasarkan permintaan Pengurus APTISI Pusat dan Pimpinan Wilayah APTISI seluruh Indonesia, atas beredarnya surat undangan untuk melakukan aksi pada tanggal 28 Oktober 2017, maka dengan ini Pimpinan Pusat APTISI menyatakan bahwa acara tersebut bukan inisiasi dari APTISI, oleh karenanya kami tidak bertanggungjawab jika terjadi sesuatu hal menyangkut pelaksanaan acara tersebut,” pungkas Budi.

Untuk diketahui, APTISI adalah Organisasi Resmi Berbadan Hukum yang beranggotakan unsur Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta dan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia yang terdiri dari 4.520 PTS. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita