Tuesday, 21 May 2019

Meikarta dalam Pandangan Islam

Meikarta dalam Pandangan Islam

Foto: Proyek pembangunan Meikarta yang tetap berjalan meski bermasalah dalam perizinan. (Nael Kilimanjaro/swamedium)

4. Dari segi utang negara juga merah menurut Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Tahun 2016. Hingga akhir September 2016, total utang pemerintah pusat tercatat Rp 3.444,82 triliun. Naik Rp 6,53 triliun dibandingkan akhir Agustus 2016, yaitu Rp 3.438,29 triliun. Total pembayaran cicilan utang pemerintah pada Januari hingga September 2016 adalah Rp 398,107 triliun, atau 82,88% dari pagu, atau yang dialokasikan di APBN.

5. Data resmi Bank Indonesia (BI), utang luar negeri Indonesia April 2017 tercatat sebesar USD 328,17 miliar atau setara dengan Rp 4.365 triliun. Angka utang ini naik dibanding bulan sebelumnya atau Maret 2017 yang tercatat hanya USD 326,45 miliar. Kemudian data terbaru pada akhir triwulan II 2017, utang luar negeri Indonesia meningkat lagi menjadi USD335,3 miliar.

Rentetan data sosial ekonomi Indonesia saat ini mengindikasikan bahwa permasalahan serius yang dihadapi negeri ini adalah uutang luar negeri dan kesenjangan sosial.

Pertanyaan sederhana tentang utang luar negeri ini pun muncul, kemana aset sumber daya alam kita semuanya? 

Prof. Ing. Fahmi Amhar dalam jurnal beliau berjudul Mencoba Meramu APBN Syariah, dinyatakan bahwa pengelolahan sumber daya alam Indonesia jika dikelolah secara mandiri akan menghasilkan Rp 999 triliun pertahun. Belum lagi ditambah pengelolaan sektor lainnya.

Kemudian tentang kesenjangan sosial, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menyebutkan jika masalah utama dalam kesenjangan sosial adalah perbedaan kesempatan. Apalagi kesenjangan sosial ekonomi adalah permasalahan yang kompleks karena keterkaitannya dengan pembangunan ekonomi belum dipahami.

Jika alasan pemerintah saat ini mendukung proyek ini dengan alasan mendukung perekonomian negara, maka seharusnya kebijakan itu perlu dievalusasi kembali. Telah banyak fakta yang membuktikan secara kasat mata bahwa saat ini yang membuat negara ini carut marut dan tumpang tindih antara regulasi dan realisasi karena disebabkan oleh sebuah kepentingan orang/kelompok tertentu.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)