Tuesday, 23 April 2019

Meikarta dalam Pandangan Islam

Meikarta dalam Pandangan Islam

Foto: Proyek pembangunan Meikarta yang tetap berjalan meski bermasalah dalam perizinan. (Nael Kilimanjaro/swamedium)

Apalagi harga perumahan nantinya di lokasi ini 12,5 juta/m2. Tentunya ini sudah bisa diprediksi bahwa yang akan menghuninya adalah kelas ekonomi menengah ke atas. Dan lagi-lagi, rakyat pribumi akan mengalami marginalisasi yang semakin awet dan para kapital memenangkan pertarungan lahannya.

Pola pembangunan seperti ini sebenarnya sudah terlalu sering dialami oleh negeri ini. Itu tidak lain karena sistem bernegara yang diterapkan oleh negeri ini adalah sistem kapitalisme yang ide dasarnya berupa sekulerisme dan asasnya berupa manfaat.

Foto: Rumah salah satu warga yang dibatasi tembok proyek Meikarta. (Mangucuy/joko/swamedium)

Berbeda dengan sistem kapitalisme, Islam memberikan aturan kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang unik karena didasarkan pada dalil-dalil syariah.

Kaitannya dengan kasus Meikarta ini, Islam mendudukan lahannya sebagai lahan milik umum sehingga tidak ada agenda privatisasi karena segala milik umum wajib dibangun dan dikelola negara untuk kesejahteraan rakyatnya.

Islam selalu menempatkan pada permasalahan yang terjadi pada posisi yang tepat.

Perlu kita pahami bersama bahwa ruhnya Islam ketika diemban sebagai sebuah ideologi akan menstimulus pengembannya (khususnya pemimpin) untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Hal ini didasarkan pada sebuah hadits Rasulullah Saw berikut.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ » رواه مسلم

Terjemahan:

Hadits riwayat Abu Hurairah رضي الله عنه: ia berkata: Dari Nabi صلی الله عليه وسلمbeliau bersabda: “Sesungguhnyalah seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.” (HR.Muslim)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)