Senin, 14 Juni 2021

Marak Buah Impor, Disperindag Jatim Akui Pengawasan Lemah

Marak Buah Impor, Disperindag Jatim Akui Pengawasan Lemah

Foto: Rapat dengar pendapat antara DPRD Jawa Timur dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur. (Triwahyudi Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur (Jatim) mengaku kesulitan membendung buah impor yang masuk ke Jatim, meski sudah ada Pergub yang melarang bongkar muat buah/sayuran impor di pelabuhan Tanjung Perak.

Banner Iklan Swamedium

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Jatim, Ardi Setiawan dalam hearing bersama Komisi B DPRD Jatim mengakui jika untuk melacak buah impor di jatim sangatlah kesulitan. Karena rata-rata buah impor yang masuk ke Jatim didatangkan dari Jakarta. Otomatis untuk mencari murah, mereka menggunakan jalur darat yang pengawasannya tidaklah ketat.

“Jujur selama ini kami merasa kesulitan untuk melacak datangnya buah impor ke Jatim. Terkecuali jika mereka melakukan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah ditelusuri ternyata buah-buah ini yang mendatangkan dari Jakarta. Tentu saja hal ini sangat merugikan Jatim,’ papar Ardi saat hearing dengan Komisi B, Senin (30/10).

Atas dasar itu,pihaknya minta tambahan anggaran sekitar Rp900 juta dari Rp1 miliar menjadi Rp2 miliar untuk menambah petugas penjagaan disejumlah wilayah perbatasan di Jatim guna mengawasi masuknya buah impor yang jelas merugikan petani buah lokal, karena harga yang ditawarkan buah impor sangatlah murah.(Ari)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita