Kamis, 17 Juni 2021

Buni Yani Kembali Ucapkan Sumpah Mubahalah

Buni Yani Kembali Ucapkan Sumpah Mubahalah

Foto: "Demi Allah saya tidak memotong video. Saya tidak memotong video, kalau saya memotong video, agar saya dilaknat oleh Allah SWT. Dan di azab sekarang juga. Dan kalau saya tidak melakukannya. Mohon agar mereka yang menuduh saya. Diberikan azab dan dilaknat oleh Allah," ujar Buni Yani. (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.com – Buni Yani saat diberi kesempatan oleh Hakim M Sapto untuk mengutarakan pendapatnya usai pengacara membacakan Duplik atas Replik dari JPU kembali melakukan sumpah mubahalah.

Banner Iklan Swamedium

“Karena ini sidang terakhir. Dan segala fakta, atau semua yang hadir dalam persidangan ini juga banyak yang membuktikan saya tidak bersalah. Maka saya minta kepada hakim untuk bisa membebaskan saya,” kata Buni Yani dalam sidang ke-19 yang berlangsung di Gedung Dokumentasi dan Kearsipan Kota Bandung, Jl Seram, Selasa (31/10).

Setelah mengutarakan hal tersebut di atas, Buni Yani selanjutnya mohon izin kepada Hakim M Sapto untuk melakukan Mubahalah. Dan majelis hakim pun memberikannya izin.

“Demi Allah saya tidak memotong video. Saya tidak memotong video, kalau saya memotong video, agar saya dilaknat oleh Allah SWT. Dan di azab sekarang juga. Dan kalau saya tidak melakukannya. Mohon agar mereka yang menuduh saya. Diberikan azab dan dilaknat oleh Allah,” ujar Buni Yani dan langsung mendapat jawaban “Allahu Akbar” dari peserta sidang.

“Mudah-mudahan Yang Mulia, bisa memutus perkara ini seadil-adilnya. Karena ini menyangkut masa depan saya. Yang sudah lebih dari satu tahun dan mengalami penderitaan yang luar biasa. Keluarga saya mendapatkan penderitaan yang luar biasa pula. Dan mohon yang mulia. Ini adalah kesempatan saya terakhir kali. Untuk meminta keadilan yang seadil-adilnya. Demikian yang mulia,” tutup Buni Yani.

Hakim Sapto pun menjawab, baik untuk hari ini adalah sidang terakhir.

“Saya minta waktu dua minggu untuk menyusun tuntutan. Jadi sidang akan dilanjutkan Selasa 14 November 2019, mendatang,” kata Hakim M Sapto seraya mengetuk palu sebagai tanda ditutupnya persidangan ke 19. (Ris)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita