Kamis, 17 Juni 2021

Islam dan Kafilah Pembawa Cahaya

Islam dan Kafilah Pembawa Cahaya

Foto: KH Zaitun Rasmin. (Nael Kilimanjaro/swamedium)

Oleh: Ustadz DR. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc. MA.
(Ketua Umum Wahdah Islamiyah)

Banner Iklan Swamedium

Jakarta, Swamedium.com — Jika ada yang bertanya, agama apakah di dunia ini yang perkembangannya paling cepat, lompatannya paling jauh, dan pertambahan jumlah penganutnya semakin banyak setiap dekade maka berdasarkan banyak penelitian dan survei dari berbagai negara di belahan dunia, Islam dan kaum muslimin adalah jawabannya.

Mari kita tinggalkan negara-negara berpenduduk muslim terbanyak seperti Indonesia, Malaysia, atau negara-negara berasaskan Islam seperti Saudi Arabia, Brunei dan sebagian negara Timur-tengah. Mereka memang telah dihuni oleh kaum muslimin sejak lama maka sangat wajar jika kesemua negara tersebut senantiasa menduduki peringkat teratas dalam hal jumlah penduduk muslimnya.

Kali ini saya ingin coba mengajak anda untuk melirik kepada benua Eropa dan Amerika. Benua yang didominasi populasi non muslim Yang beragama lain atau bahkan tidak beragama. Namun sesuatu yang sangat mengejutkan justru datang dari sana, di tempat yang sama Islam dan penganutnya malah mengalami peningkatan signifikan. Tercatat sejak peristiwa WTC 2001 silam, Islam menjadi perbincangan ‘panas’ di seantero dunia Barat.

Pemberitaan berubi-tubi akan agama “asing” ini bagi masyarakat Eropa dan Amerika nyatanya cukup memicu rasa penasaran. Merekapun mulai bertanya-tanya tentang Islam dan bahkan mengkajinya melalui sumber-sumber yang lebih otentik. Siapa sangka, kejadian yang kelihatannya sangat mencoreng wajah Islam di dunia Internasional itu justru menjadi titik balik kebangkitan dan peningkatan jumlah muslim di kedua benua tersebut.

Dalam hitungan hari sejak kejadian itu sekitar 25.000 orang Amerika menjadi muslim. Jumlah ini terus meningkat. Sebuah poll tahun 2012 menyebutkan ada 200.000 warga Amerika yang menjadi muslim baru (muallaf) setiap tahun.

Proses perpindahan agama menjadi muslim tersebut terus berlanjut hingga detik ini bahkan semakin pesat dan menjangkau hampir seluruh daratan Eropa. Hari ini kita kembali dikejutkan bahwa Eropa menjadi benua dengan laju pertumbuhan Muslim tercepat di dunia.

Sebagian mungkin akan bertanya : Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa Islam sebegitu cepatnya diterima dan menggantikan keyakinan dari nenek moyang mereka? Dari sini kita akan mulai memahami akan kebenaran Islam.

Yang paling kuat mendukung cepatnya Islam diterima disana adalah karena Islamlah satu-satunya agama yang muatannya tersusun sempurna dan sesuai dengan setiap sendi kehidupan dan fitrah. Islam hadir sebagai solusi atas kejenuhan manusia yang telah lama berkubang dalam lembah kegelapan bernama kebebasan tanpa batas hingga agama yang hanya mengajarkan doktrin belaka.

Materialisme dan hedonisme telah membawa mereka ke jalan tanpa arah. Secara kasat mata mereka sangatlah maju namun sejatinya jiwa mereka rapuh dan teramat gersang. Praktik kehidupan disana tak lagi layak dikatakan kehidupan kemanusiaan. Manusia tak ubahnya sekumpulan hewan tidak berakal. Mereka tidak mengenal harga diri dan kehormatan, tidak mengenal adat dan tata krama, tidak tahu apa tujuan hidup. Mereka sudah terlalu jauh terpapar dari fitrahnya sendiri.

Hingga Islam hadir memberi rintik hujan yang dirindu , memberi sinar harapan di tengah kekelaman, memberi petunjuk di tengah keputusasaan.

Islam nyatanya mengajarkan kedamaian mulai dari sisi terkecilnya hingga dalam tatanan bermasyarakat. Tidak seperti yang selama ini di gambarkan berbagai media. Bahwa Islam adalah agama kekerasan, mengajarkan sikap ekstrimisme atau ekslusifme. Apa yang ditemui dari sumber-sumber aslinya dan sejarahnya justru mengatakan bahwa Islamlah yang selalu terdepan mengajak umatnya menjadi rahmat bagi semesta alam.

Maka dari itu, secara berbondong-bondong tak terbendung lagi orang-orang barat Eropa mengikrarkan kalimat syahadat. Dengan demikian perlahan kita akan menyaksikan Islam kembali mulai bercahaya disana sejak sempat runtuh berabad lalu.

Menjadi muslim adalah nama lain dari kembali kepada fitrah manusia. Sebagaimana ia adalah fitrah maka setiap yang berada diantaranya pasti akan merasakan ketenangan dan kedamaian hakiki.

Islam tidak mengajarkan perbedaan kelas dan derajat diantara manusia akan tetapi usaha, amal dan keshalehan serta ketaqwaan merekalah yang membedakannya di sisi Allah.

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللّٰـهِ أَتْقَٮٰكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa” (QS. Al Hujurat : 13)

Menjadi muslim saja ternyata tidak cukup, melainkan kita harus berupaya menjadi seorang mukmin.
Mukmin adalah orang yang beriman dengan hati, lisan dan seluruh anggota badannya yakni dengan amalannya.

Setelah pengakuan tentunya harus ada pembuktian. Dan keimanan itu dibuktikan dengan penerimaan ajaran Islam secara Kaffah atau menyeluruh dibarengi dengan pengamalan semaksimal kemampuan. Dibutuhkan totalitas untuk menjadi seorang mukmin sejati. Dimana ia tidak akan pernah ragu atas segala perintah dan larangan Allah. Dengan penuh keyakinan mereka akan menegakkannya.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar” (QS. Al-Hujurat [49]: 15).

Telah banyak hikmah yang tersingkap dari setiap kewajiban dan larangan Allah atas manusia. Baik melalui serangkaian penelitian ilmiah dan medis atau apa yang dirasakan manusia itu sendiri. Meski bagi seorang mukmin semua itu adalah pelengkap saja, sebab keimanan akan kebenaran syari’at Allah telah diyakini jauh sebelumnya.

Al-Qur’an dan Sunnah adalah pedoman untuk kebaikan seluruh alam. Allah menurunkannya sebagai petunjuk dan cahaya ditengah manusia. Ia disampaikan melalui lisan seorang makhluk paling mulia dari awal hingga akhir kehidupan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berpaling dari keduanya adalah sebab kehancuran. Kehancuran fisik maupun ruhiyah.

Sejarah kembali memberi tahu akan nasib kaum muslimin dahulu salah satunya di Eropa ketika Islam mencapai puncak kejayaannya disana. Tatkala mereka mulai bergeser sedikit demi sedikit dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka dari situlah segala kehancuran bermula.

Maka marilah kita bangun kembali diri kita, keluarga kita, masyarakat dan negara dengan menjadi mukmin sejati. Setia pada setiap detak kebaikan yang bersumber dari dua petunjuk al-Qur’an dan as-Sunnah.

Sudah menjadi sunnatullah bahwa disetiap zaman akan selalu ada penegak Islam dan ajarannya yang murni. Mereka berusaha mengajak manusia mengenal Rabbnya, mengenal satu-satunya agama yang diridhai-Nya yakni Islam, mengenal Nabinya, mengenal Kitabnya, mengenal hakikat penciptaannya. Akan tetapi juga akan selalu ada kaum yang tidak menyenangi hal itu. Mereka berusaha memadamkan cahaya iman dimuka bumi dengan berbagai cara. Mendeskriditkan, menyiksa, menipu, berbuat makar hingga manusia lari dari jalan Allah.

Namun Allah Pemilik Semesta Alam ini juga memiliki pasukan dan bala tentara. Mereka tidak akan menyiksa, tidak menipu atau berbuat makar. Mereka hanya berusaha mengembalikan tatanan kehidupan sebagaimana yang Allah tetapkan didalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya yang mulia. Mereka berusaha menjaga bumi sebaik-baiknya, menghalau para perusak bahkan mengajak mereka untuk kembali ke jalan Allah. Mereka adalah penegak amanah Tuhannya sebagai pewaris Risalah kebenaran dimuka bumi. Merekalah para mukmin sejati.

Kafilah pembawa cahaya

Kini adakah yang hendak bergabung dalam kafilah ini? Segeralah, sebab Kafilah ini tidak akan berhenti menunggu siapapun, tapi dia akan terus berjalan hingga tegaknya kebenaran dan terwujudnya masyarakat mulia berdasarkan petunjuk Yang Maha Kuasa Allah Azza wa Jalla atau mereka langsung menuju keharibaanNya Subhanahu wa Ta’ala dalam keadaan ridha dan diridhai. Semoga kita semua termasuk didalam kafilah tersebut. Amiin.(*/ls)

Sumber: wahdah islamiyah

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita