Rabu, 16 Juni 2021

Registrasi Kartu SIM Paling Lambat Akhir Oktober 2017 Dipastikan Hoax

Registrasi Kartu SIM Paling Lambat Akhir Oktober 2017 Dipastikan Hoax

Foto : Ilustrasi Kartu SIM (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Sebuah pesan berantai yang tersebar melalui aplikasi percakapan WhatsApp yang mengharuskan seluruh pengguna kartu SIM ponsel melakukan pendaftaran dan batas akhir pendaftaran sampai akhir Oktober dinyatakan Hoax.

Banner Iklan Swamedium

Hal itu didasarkan dari siaran pers kominfo yang diterbitkan pada hari Rabu (11/10) dengan nomor seri 187/HM/KOMINFO/10/2017 mengatakan, proses registrasi kartu SIM ponsel dimulai pada akhir Oktober.

“Demi peningkatan perlindungan hak pelanggan jasa telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memberlakukan registrasi nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan mulai tanggal 31 Oktober 2017. Penetapan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, yang terakhir telah diubah dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menkominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi,” ungkap Kominfo seperti yang dikutip dari siaran pers.

Foto : Pesan berantai yang menyatakan baas akhir registrasi kartu SIM tanggal 31 Oktober 2017 adalah Hoax. (ist)

Adapun masa akhir registrasi kartu SIM ponsel menurut siaran pers dari Kominfo adalah jatuh pada tanggal 28 Februari 2018, dan bukan jatuh pada tanggal 31 Oktober 2017. Selain itu, masa akhir registrasi kartu SIM ponsel akan diperpanjang oleh Kominfo sesuai dengan kondisi dan situasi pelaksanaan registrasi kartu SIM ponsel.

“Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib menyelesaikan registrasi ulang pelanggan prabayar yang datanya belum divalidasi paling lambat tanggal 28 Februari 2018. Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib menyampaikan laporan kemajuan proses registrasi ulang pelanggan prabayar setiap 3 (tiga) bulan kepada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) selama jangka waktu registrasi ulang.

Perpanjangan batas waktu penyesuaian pelaksanaan registrasi pelangan jasa telekomunikasi ini mempertimbangkan kesiapan dan kehandalan sistem untuk melakukan validasi data pelanggan dan mempertimbangkan perlindungan terhadap kepentingan pelanggan jasa telekomunikasi.” pungkas Biro Humas Kominfo. (rk)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita