Jumat, 18 Juni 2021

SMSI Jabar Berdiri di Garda Terdepan, Tangkal Berita Hoax

SMSI Jabar Berdiri di Garda Terdepan, Tangkal Berita Hoax

Foto: Ketua Umum SMSI Pusat Teguh Santoso saat jadi narasumber di Rakerda SMSI Jl Pelajar Pejuang, Bandung, Rabu (1/11). (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.com — Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Barat Hardiyansyah mengatakan, di Indonesia ada sedikitnya 43 ribu media massa berbasis internet, sebagian besar tidak dikelola secara profesional dan tidak menghormati etika dan hukum jurnalistik.

Banner Iklan Swamedium

“SMSI akan berdiri di garda terdepan dalam penanggulangan hoax yang muncul di media sosial,” kata Hardiyansyah dalam rapat kerja daerah dan sosialisasi SMSI yang dihadiri sedikitnya 150 media online, Jl Pelajar Pejuang 45, Bandung (Rabu (1/11).

Dengan tujuan mulia tersebut, kata Hardiyansyah, SMSI harus hadir di tengah komunitas media online agar bisa menjadi wadah bagi terciptanya media siber yang profesional dan berintegritas.

“SMSI akan membantu perusahaan media online menjadi perusahaan yang profesional dengan kualitas jurnalistik yang baik,” harap Ardy, sapaan akrab dari Hardiyansyah.

SMSI, tambah Ardy, secara resmi sudah didaftarkan ke Dewan Pers pada 8 September 2017 lalu. Saat ini kepengurusannya telah terbentuk di 27 provinsi di Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 1.000 perusahaan media online. Sedangkan di Jawa Barat, anggota yang terdaftar baru sekitar 50 perusahaan media online.

“Di Jawa Barat sendiri, saat ini kami baru mendata sekitar 50 perusahaan media online. Itupun seluruhnya adalah media yang ada di Kota Bandung saja. Saya yakin, jumlah ini akan bertambah, mengingat belum semua perusahaan media online di Jawa Barat mendaftar ke SMSI. Karena itu, pada hari ini SMSI Jawa Barat membentuk 5 korwil untuk membantu proses pendataan,” katanya.

Sementara Ketua Umum SMSI Pusat Teguh Santoso mengatakan, saat ini telah terjadi pergeseran besar dalam dunia media, yakni dari media cetak ke media siber atau online. Dalam sebuah pergeseran besar yang disebutnya sebagai revolusi industri media itu, pemimpin media harus cermat dan jeli melihat dan menangkap peluang.

“Pengusaha harus bisa menangkap peluang di revolusi Industri. Jangan sampai terjebak dalam perubahan besar itu,” kata Teguh.

Dijelaskan Teguh, organisasi ini bukan beranggotakan individu wartawan, tetapi perusahaan media siber. Visinya, media anggota SMSI menjadi perusahaan profesional yang menjadi tumpuan para pekerjanya, tempat karyawan mengharapkan penghidupan yang layak.

SMSI bertekad membangun masyarakat digital, agar Indonesia bukan cuma jadi pengguna dan membicarakan tentang digitalisasi, tetapi pencipta aplikasi sendiri.

“Kita ciptakan big data sendiri. Pekerjaan besar menanti kita,” tambah Teguh. (Ris)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita