Kamis, 21 Oktober 2021

Gandeng Canonical, Biznet Luncurkan Neo Cloud Berbasis Ubuntu

Gandeng Canonical, Biznet Luncurkan Neo Cloud Berbasis Ubuntu

Foto : Ubuntu dan Biznet (canonical)

Jakarta, Swamedium.com — Biznet selama ini dikenal sebagai salah satu penyedia jasa layanan Internet di Indonesia oleh orang-orang, namun nyatanya ada produk lain yang disediakan selain Internet, yakni layanan Hosting Cloud bernama Neo Cloud.

Banner Iklan Swamedium

Untuk menunjang kualitas layanan Hosting Cloudnya, Biznet tak main-main untuk menggandeng partner bisnisnya. Dalam hal ini, Biznet menggandeng salah satu produsen sistem operasi komputer terkemuka, yakni Canonical yang selama ini telah memproduksi Ubuntu.

Neo Cloud berbeda dengan layanan Hosting Cloud kebanyakan, karena dengan mengusung teknologi OpenStack dan Ubuntu, Neo Cloud dapat digunakan di multi wilayah dan multi regional. Kapasitas jaringan Internetnya pun 10 Gbps mencakup jangkauan lokal maupun internasional.

Multi regional dari NEO Cloud sendiri dibangun di dua pusat data yang dimiliki oleh Biznet Data Center yang berlokasi di Technovillage, Cimanggis, Jawa Barat, dan Midplaza, Jakarta. Pada masing-masing region terdapat 3 zona yang tersedia.

Selain tersedia di berbagai wilayah, NEO Cloud juga menawarkan berbagai fitur dan layanan, yaitu Virtual Compute, Flex Storage, Networks, dan Domain.

Virtual Compute, sebagai layanan utama, merupakan Infrastructure-as-a-Service (IaaS) yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk dapat mengatur kebutuhan skala komputasinya dengan spesifikasi mulai dari 1 32 core vCPU dengan RAM hingga 64GB.

Layanan NEO Virtual Compute juga dilengkapi pilihan memory-optimized untuk memenuhi kebutuhan industri dengan skala komputasi besar.

“Biznet terus berinovasi mengembangkan teknologi terkini dan terus memperluas jaringan ke lebih banyak kota di Indonesia. NEO Cloud hadir menawarkan layanan komputasi awan dengan berbagai fitur terbaru yang didukung oleh infrastruktur teknologi jaringan terbaik milik Biznet,” ujar Adi Kusma, Presiden Direktur Biznet, saat peluncuran NEO Cloud di Jakarta, Rabu (1/11).

“Kami yakin NEO Cloud akan menjadi solusi yang tepat untuk mendukung kebutuhan pelanggan akan layanan komputasi awan yang andal dan berkualitas,” tambahnya.

Selain dari Adi Kusma, CEO Biznet GIO, Dondy yang merupakan anak perusahaan dari Biznet membidangi layanan Hosting Cloud mengatakan dengan terjalinnya kerjasama dengan Canonical, Biznet GIO dapat terlaksananya transfer pengetahuan teknologi dari Canonical ke tim teknis yang dimiliki oleh Biznet GIO.

“Tujuan kami menggandeng Canonical dengan BootStack-nya adalah agar terdapat transfer teknologi dan transfer best practice dari tim yang telah berpengalaman kepada tim teknis yang dimiliki oleh Biznet Gio,” ucap Dondy.

Sementara itu, CEO Canonical, Mark Shuttleworth mengatakan, bahwa efisiensi biaya, terutama dalam mengoperasikan infrastruktur cloud, merupakan sebuah kunci sukses.

“Biznet Gio memilih BootStack dari Canonical sebagai model yang paling tepat untuk layanan yang mereka berikan kepada pelanggan. Kami bekerja sama dengan Biznet Gio untuk menjalankan layanan cloud mereka. Kerja sama ini merupakan keberhasilan bagi kedua pihak,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dengan mengusung skema pay-as-you-go, pelanggan dapat memilih skema billing per jam atau per bulan. Contohnya, untuk layanan server virtual NEO Virtual Compute dengan spesifikasi RAM 2GB, 1vCPU dan 20GB storage, harga yang ditawarkan adalah mulai dari Rp337 per jam atau Rp170.000 per bulan. (*/rk)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita