Jumat, 25 Juni 2021

Ajukan Banding, Pengacara Tamim Pardede Ungkap Kejanggalan Persidangan

Ajukan Banding, Pengacara Tamim Pardede Ungkap Kejanggalan Persidangan

Foto: Tamim Pardede bersama tim kuasa hukum seusai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Tim Advokasi Muslim Tamim Pardede (TAMPAR), DR. Sulistyowati SH, MH mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengajukan banding atas vonis Majelis Hakim. Pasalnya, dia menilai ada kejanggalan dalam persidangan.

Banner Iklan Swamedium

“Kita akan mengajukan banding. Karena kita lihat hakim mengabaikan fakta persidangan dan juga bukti bukti. Dan itu permintaan klien kami,” ungkapnya melalui rilis yang diterima Swamedium.com, Jumat (3/11).

Sulistyowati pun mengatakan, kliennya itu akan mengajukan banding.

“Saat kami temui setelah putusan, Pak Tamim bilang ‘banding saja’,” ujarnya.

Selain itu, Sulistyowati mengatakan, ada Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang tidak mengenakan toga dalam persidangan. Bagi dia, hal itu adalah fakta persidangan yang dianggap remeh oleh Majelis Hakim. Padahal, kata dia, toga dalah simbol kesamaan di mata hukum.

“Malah agak ekstrem, dalam pledoi kita ngomong apa, dijawabnya apa. Nggak nyambung,” tegasnya.

Bahkan, lanjut Sulityowati, saat Majelis Hakim selesai membacakan putusan, Hakim Ketua tidak memberikan opsi kepada kliennya itu untuk melakukan banding atau tidak.

“Jadi setelah putusan nggak ditanya mau banding apa tidak,” tukasnya.

Pengacara ‘profesor’ itu juga mengungkapkan, pengajuan banding akan dilakukan pada Senin pekan depan. Ia menjelaskan, dalam putusan banding nanti ada beberapa kemungkinan. Pertama, putusan banding bisa menguatkan putusan yang saat ini diterima Tamim.

“Kemungkinan kedua, hakim mengadili sendiri. Dan ini bisa lebih tinggi dan lebih rendah,” tuturnya.

Seperti diketahui, Tamim Pardede dipidana terkait pernyataan yang menyebut Jokowi sebagai antek Komunis. Akibat pernyataan yang diunggah di media sosial Youtube tersebut dia didakwa melanggar undang-undang ITE. Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntutnya dengan hukuman tiga tahun penjara. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita