Selasa, 28 Juni 2022

Dikelola Bukan Lulusan Pariwisata, Pariwisata RI Peringkat 42

Dikelola Bukan Lulusan Pariwisata, Pariwisata RI Peringkat 42

Foto: Menpan RB Asman Abnur di Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung, Jl Setiabudi, Bandung, Senin (6/11). (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.com – Potensi Pariwisata Indonesia sangat besar, sayang belum bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Aparatur Sipil Negara yang bertugas dibidang tersebut juga banyak yang bukan lulusan sekolah pariwisata, ada lulusan guru agama, lulusan teknis dan sebagainya.

Banner Iklan Swamedium

“Dalam bidang pariwisata posisi Indonesia baru berada di peringkat ke-42, masih di bawah Thailand dan Malaysia,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnu di acara wisudawan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI, Bandung, Jl Setiabudi, Bandung, Senin (6/11).

Oleh karenanya, kata Asman, Pemerintah Pusat terus mengupayakan agar ada peringkat.

“Tahun 2013, awalnya kita berada di peringat 70, tahun 2015, naik menjadi peringkat 50 dan sekarang, peringkat 42,” katanya.

Pemerintah Pusat, jelas Asman, optimis bisa berada di atas Thailand dan Malaysia sebab Indonesia punya potensi pariwisata yang besar.

Indonesia terang Asman, saat ini tengah berupaya meningkatkan potensinya, menjadikan pariwisata sebagai Industri. Caranya menjadikan Indonesia menjadi objek kunjungan wisata baik mancanegara maupun domestik.

Dalam rangka mengejar ketertinggalan itu, ujar Asman, pemerintah giat membangun proyek-proyek infrastruktur yang bisa mempermudah akses bagi perkembangan industri sektor pariwisata maupun sektor lainnya.

Bila pembangunan infrastuktur itu sudah terbentuk, jelas Asman, ke depan diharapkan industri pariwisata bisa menjadi tumpuan ekonomi negara. Semua itu tidak mustahil sebab pada tahun 2016, jumlah kunjungan wisatawan sudah mencapai 12 juta, wisatawan baik mancanegara maupun nusantara.

“Menghasilkan devisa sebesar Rp172,8 Triliun,” katanya.

“Pada tahun ini, tambah Asman, sektor pariwisata punya potensi menghasilkan devisa sebesar Rp250 Triliun,” tambahnya.

Oleh karenanya, tambah Asman perkembangan industri pariwisata ini harus diimbangi dengan kemampuan tenaga kerja dalam negeri yang berkualitas, agar peluangnya tidak diambil tenaga kerja asing.

“Sejalan dengan pertumbuhan sektor pariwisata maka kebutuhan tenaga kerja di sektor ini juga meningkat. Inilah kesempatan bagi adik-adik untuk menjalin karier di bidang pariwisata,” ungkapnya.

Selain itu, Asman juga mengucapkan syukur sebab saat bincang bincang dengan pihak rektorat di dapat kabar hampir 20 persen alumni STP-NHI Bandung sukses menjadi wirausaha.

“Ini menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Kita berharap seperti yang kita lihat sekarang. Kalau kita pergi ke mal atau pusat perbelanjaan. Kita selalu melihat apa yang namanya restauran Jepang, apa yang namanya restauran Korea. Saya ingin melihat beberapa tahun ke depan, kalau kita datang ke mal di luar negeri ada restauran Sunda di situ,” harap Asman.

Asman juga menjelaskan, pemerintah saat ini juga tengah mengupayakan agar sektor pariwisata menjadi sektor unggulan, caranya dengan melakukan perbaikan kualitas birokrasi.

“Agar birokrasi punya kemampuan handal dalam mendorong tumbuhnya sektor pariwisata,” katanya.

Tahapan-tahapan itu saat ini tengah dilakukan caranya adik-adik mahasiswa atau alumni sekolah pariwisata, selain didorong berupaya menjadi wirausaha juga diminta untuk mau bekerja sebagai pegawai negeri sipil.

“Dengan terbukanya lowongan pekerjaan bagi alumni sekolah pariwisata diharapkan sumber daya manusia aparatur sipil negara disektor pariwisata juga akan semakin baik,” katanya.

Dengan demikian, dinas-dinas pariwisata baik di kabupaten/kota atau provinsi bisa diisi oleh tenagakerja sekolah pariwisata

“Nggak seperti sekarang, dinas pariwisata diisi oleh tamatan Guru Agama, tamatan Teknik Sipil, jadi nggak nyambung,” jelasnya. (Ris)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita