Minggu, 13 Juni 2021

Heboh Paradise Papers, Fadli Zon Klarifikasi Posisi Prabowo

Heboh Paradise Papers, Fadli Zon Klarifikasi Posisi Prabowo

Foto. Paradise Papers ungkap cara orang kaya di dunia sembunyikan hartanya. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Konsorsium Wartawan Investigasi Internasional (The International Consortium of Investigative Journalists/ICIJ) merilis dokumen bertajuk ‘Paradise Papers’. Dokumen tersebut berisi skandal bisnis orang kaya di dunia dan daftar perusahaan yang diduga menghindari pajak. Nama Prabowo Subianto, Tommy dan Mamiek Soeharto disebut dalam dokumen itu.

Banner Iklan Swamedium

Laporan yang dilansir dari laman ICIJ itu mengungkapkan, Paradise Papers berisi hampir 7 juta dokumen diantaranya perjanjian pinjaman, laporan keuangan, surat elektronik atau email, surat kepercayaan dan dokumen lainnya dalam 50 tahun terakhir dari sebuah firma hukum bernama Appleby. Appleby berkantor pusat di Kawasan Bermuda dan sekitarnya.

Selain Appleby, dokumen juga berasal dari Asiaciti dan 19 perusahaan lain sejenisnya. Dokumen Surga ini menjerat lebih dari 120 politisi dan pemimpin dunia termasuk Ratu Elizabeth II dan para bawahan Presiden Donald Trump, salah satunya yakni Menteri Perdagangan Wilbur Ross.

Berkas yang bocor dari Appleby, mencakup rincian perencanaan pajak dari hampir 100 perusahaan multinasional, termasuk Apple, Nike dan Uber. Dalam dokumen tersebut terungkap bagaimana para perusahaan dan miliuner dunia mengalihkan kekayaan dan keuntungan usahanya ke negara surga pajak atau tax haven.

Dari Indonesia, nama Prabowo Subianto, Tommy dan Mamiek Soeharto termasuk dalam daftar Paradise Paper. ICIJ mencatat Prabowo adalah direktur dan wakil ketua Nusantara Energy Resources yang terdaftar di Bermuda. Nusantara Energy Resources juga membuka kantor cabang di Singapura.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, nama Prabowo yang terseret dalam Paradise Paper tidak ada hubungannya dengan perusahaan Nusantara Energy Resources.

“Apa yang disebut Nusantara Energy Resources Limited itu tak ada kaitan dengan Pak Prabowo. Memang ada entitas itu dulu dibentuk, saya tidak ingat persis tahunnya apakah tahun 1999, 2000, atau 2001 ya ketika itu. Tapi setahu saya sejak didirikan tak pernah ada aktivitas apapun,” kata Fadli, Senin (6/11) yang dikutip merdeka.com.

Meski demikian, dia belum mengetahui apakah Prabowo akan melakukan klarifikasi terkait dokumen ini. “Beliau sedang di luar negeri. Nanti kita tanyakan. Yang saya tahu apa yang dicantumkan di situ Prabowo tak terlibat. Tak ada aktivitas sama sekali,” tegasnya.

Juru Bicara Direktorat Jenderal Pajak, Hestu Yoga Saksama mengatakan kantor pajak akan menyelidiki laporan keuangan yang dibuat Prawobo sebelumnya untuk mengecek informasi yang terdapat dalam firma hukum, Appleby Global Group Services LTd. (*/maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita