Jumat, 25 Juni 2021

Acungkan Jari Tengah kepada Iring-iringan Mobil Trump, Wanita ini Dipecat

Acungkan Jari Tengah kepada Iring-iringan Mobil Trump, Wanita ini Dipecat

Juli Briskman (50) mengacungkan jari tengahnya kepada iring-iringan mobil Presiden Donald Trump di Sterling, Virginia. (Brendan Smialowski/AFP)

Richmond, Swamedium.com — Seorang wanita yang mengacungkan jari tengahnya kepada iring-iringan mobil Presiden Donald Trump dipecat dari pekerjaannya.

Banner Iklan Swamedium

Foto Juli Briskman (50) saat bersepeda sambil mengacungkan jari tengahnya itu menjadi viral. Saat itu ia bersepeda di Sterling, Negara Bagian Virginia, bulan lalu.

Juli memprotes iring-iringan mobil Trump dengan acungan jari tengahnya itu karena kesal dengan raungan klakson, padahal ia bersepeda di jalur sepeda tanpa menghalangi kendaraan yang lainnya.

Seorang fotografer yang turut dalam iring-iringan mobil tersebut mengambil gambar Juli. Lalu, foto itu segera tersebar di media-media dan media sosial.

Fotografer tersebut adalah Brendan Smialowski dari AFP menurut kesaksian Steve Herman dari VOA yang duduk di belakang Brendan saat ia mengambil gambar Juli.

Banyak yang memuji Juli sebagai pahlawan, bahkan beberapa mengatakan ia sebaiknya mengikuti pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) pada 2020. Pembawa acara Late-Night Comedy pun membawakan kisah Juli.

Sebelumnya, Juli bekerja sebagai spesialis pemasaran dan komunikasi di sebuah perusahaan kontraktor Pemerintah yang berkantor di Virginia, Akima, selama enam bulan.

Saat itu, ia pikir untuk memberi tahu pihak departemen sumber daya manusia tentang kehebohan dalam jaringan itu.

Pimpinannya memanggilnya ke ruangan. “Mereka mengatakan, ‘Kami berpisah dengan Anda,'” kata Juli kepada HuffPost.

“‘Pada dasarnya, Anda tidak dapat memiliki hal-hal cabul atau tidak senonoh di media sosial Anda.’ Jadi, mereka menyebut acungan kepadanya (Presiden, red.) itu tidak senonoh.”

Juli mengatakan bahwa Perusahaan tidak senang karena ia menggunakan foto tersebut sebagai gambar profilnya di Twitter dan Facebook, dan mereka katakan bahwa hal itu dapat mencemari nama baik Perusahaan sebagai perusahaan kontraktor Pemerintah.

Juli membantah; ia menunjukkan halaman media sosialnya tidak menyebut atasannya; dan insiden tersebut terjadi dalam waktu pribadinya, bukan waktu kerja.

Ia mendebat, ia bandingkan dengan kasus seorang pekerja Akima yang lainnya yang telah menulis umpatan diskriminatif dan rasis tentang seseorang di Facebook, tetapi tetap dibiarkan bekerja di Akima setelah ia menghapus komentarnya dan hanya ditegur oleh manajemen.

Bagaimanapun Negara Bagian Virginia memiliki peraturan ketenagakerjaan semaunya, berarti pimpinan perusahaan-perusahaan swasta dapat memecat seseorang dengan alasan apa pun.

Akhirnya, ibu dari dua anak itu harus mencari pekerjaan baru.

Juli yang menyumbang suaranya untuk Demokrat mengatakan ia berencana mencari pekerjaan baru di kelompok advokasi yang ia percayai, seperti Planned Parenthood atau People for the Ethical Treatment of Animals.

Sebelum melalui Juli, iring-iringan mobil Trump baru meninggalkan klub golf Virginia dan melewati seorang pejalan kaki yang berisyarat jempol ke bawah dengan semangat, sementara seorang wanita yang berdiri di luar pintu masuk klub golf memegang sebuah tanda bertuliskan “impeach“.

Ketika kabar pemecatan Juli tersebar, banyak pengguna medsos menanyakan mengapa ia dihukum atas kebebasan berpendapat dan berekspresi pada saat waktu pribadinya, yang terdapat dalam amandemen pertama konstitusi AS.

Akima tidak segera merespons permintaan berkomentar. Senin (6/11), situs web Akima bermasalah. Seseorang mulai membuat halaman untuk menggalang dana bagi Juli.

Juli menyatakan bahwa ia tidak menyesal telah mengacungkan jari tengahnya pada Trump, sehingga menerima ketidaksenangan publik. Sebaliknya, ia senang menjadi sasaran protes.

“Dalam beberapa hal, saya melakukan lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Juli.

“Saya marah atas kondisi negara saat ini. Saya terkejut. Ini merupakan sebuah kesempatan bagi saya untuk mengatakan sesuatu,” pungkasnya isyaratkan acungan jari tengahnya kepada iring-iringan mobil Trump yang berujung pada pemecatannya. (*/Pamungkas)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita