Senin, 14 Juni 2021

Bareskrim Polri Ungkap Pola Setoran Jual Beli Narkotika Indonesia-Malaysia

Bareskrim Polri Ungkap Pola Setoran Jual Beli Narkotika Indonesia-Malaysia

Foto: Kabareskrim Polri Irjen Ari Dono mengatakan sudah mendesak-ratifikasi-terkait-regulasi-anti-trafficking. (bareskrimpolri)

Jakarta, Swamedium.com — Berdasarkan data dari World Drugs Report pada 2017 yang diterbitkan UNODC di 2015 silam, tercatat bahwa seperempat miliar penduduk dunia telah menjadi penyalahguna narkotika. Lalu 9 juta orang di setiap tahunnya, mesti menemui ajalnya akibat penyalahgunaan narkotika.

Banner Iklan Swamedium

Masalah semakin bertambah karena munculnya jenis narkoba baru yang beredar di masyarakat dunia. Kekhawatiran global ini juga terasa hingga di kawasan ASEAN khususnya antara Indonesia dengan Malaysia.

“Sindikat asal Indonesia banyak membeli “barang” dari Malaysia dengan modus pembayaran 30% terlebih dahulu, baru “diselesaikan” setelah “barangnya” datang,” ucap Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto dalam keterangan resminya di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (07/11).

Bukan itu saja, dihadapan para delegasi dalam pertemuan Bilateral ke-11 antara Direktorat Tindak Pidana Narkotika Polri dengan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN) Malaysia, Ari juga menguraikan fakta krusial lain dari masuknya barang haram itu ke Indonesia.

“Sindikat narkotika di Indonesia khususnya yg ”beroperasi” di wilayah Aceh, Medan dan berjumlah sangat besar itu adalah bagian dari jaringan narkotika Malaysia,” urainya.

Untuk itu, selaku institusi penegak hukum, Polri maupun Polis Diraja Malaysia memiliki tanggungjawab yang tak ringan untuk menanggulangi salah satu persoalan pelanggaran pidana ini.

“Sehingga kita bersama-sama diharapkan memiliki komitmen yang kuat untuk memutus dan menghancurkan sindikat perdagangan gelap narkotika,” tambah Ari.

Berangkat dari komitmen bersama itu, kerjasama memerangi kejahatan narkoba antara Bareskrim Mabes Polri dan JSJN menjadi indikator penting.

“Kerjasama dan pembahasan bersama yang pastinya harus meningkat itu terutama dalam hal pengungkapan dan pengembangan money loundring yang berasal atau predicate crime-nya dari kejahatan narkotika. Fakta yang berangkat dari data mengungkapkan bahwa banyak jaringan narkotika di Indonesia dikendalikan oleh jaringan Malaysia,” tegas Ari.

Berdasarkan data yang dimiliki Bareskrim Mabes Polri menegaskan bahwa banyaknya kasus-kasus yang berhasil diungkap oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba, memang mencatat keterlibatan sindikat pelaku dari Indonesia maupun Malaysia. Dari tahun 2015 hingga Oktober 2017, setidaknya sebanyak 129 orang warga negara Malaysia yang terlibat jaringan internasional peredaran narkotika.

“Aspek lain, selain keterlibatan pelaku dari kedua negara, Indonesia dan Malaysia juga menghadapi ancaman yang serupa. Khususnya yang terkait dengan aspek geografis, dimana kedua negara memiliki garis perbatasan darat dan garis perbatasan perairan atau pantai yang cukup panjang. Serta penerbangan langsung dari Indonesia ke Malaysia atau sebaliknya. Ini tentu saja membuka peluang sebagai jalur peredaran narkotika sehingga membutuhkan mekanisme pencegahan dan pengawasan yang lebih intensif lagi, secara bersama-sama. Salah satunya dengan peningkatan frekuensi joint operation,” papar Ari.

Menyadari bahwa masih banyaknya persoalan yang mesti segera dituntaskan oleh kedua negara, lanjut Ari, efektifitas dan efisiensi penanggulangannya juga mesti melalui pendekatan yang multidimensi.

“Kejahatan narkotika merupakan permasalahan multidimensi, dengan jaringan peredaran yang luas dan melibatkan lebih dari satu negara atau trans national crime. Untuk itu, dalam penanggulangannya, juga diperlukan perumusan strategi penanggulangan dari berbagai sisi pendekatan permasalahan,” lanjut Ari.

Dalam kesempatan ini, hadir juga Commissioner Police (CP) Datuk Seri Mohman Bin Salleh, Pengarah Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN) Polis Diraja Malaysia bersama anggota delegasi lainnya. Juga hadir Kapolda Nusa Tenggara Barat, pejabat utama Bareskrim Mabes Polri serta para direktur reserse narkoba dari seluruh Polda. (Yog)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita