Jumat, 25 Juni 2021

Ini Dampak Tutupnya Toko Ritel dan Alexis Versi BPS

Ini Dampak Tutupnya Toko Ritel dan Alexis Versi BPS

Foto. Tutupnya banyak gerai ritel dan Griya pijat Alexis di Jakarta belum berdampak signifikan terhadap angka pengangguran. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Maraknya penutupan toko ritel dan tidak diperpanjangnya izin usaha hotel dan griya pijat Alexis oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dikhawatirkan makin menambah angka pengangguran. Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan hal itu belum berpengaruh pada angka pengangguran.

Banner Iklan Swamedium

Deputi Statistik Sosial BPS, M Sairi Hasbullah mengatakan, penutupan izin operasional Alexis dan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat tumbangnya toko ritel tidak akan berdampak signifikan terhadap jumlah pengangguran di Indonesia.

“Kalau dilihat perdagangan itu enggak ada masalah. Jadi belum ada PHK besar-besaran dari ritel belum terasa,” kata dia di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/11) yang dirilis okezone.com.

Sairi menjelaskan, hingga saat ini belum ada rencana PHK besar-besaran yang terjadi di sektor ritel meskipun Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memastikan ada sekitar 1.200 pegawai yang terancam di PHK.

Menurut Sairi, BPS belum menghitung secara pasti dampak dari tutupnya ritel dan tidak diperpanjangnya izin usaha hotel dan griya pijat Alexis.

“Jadi tergantung perkembangan ke Februari nanti. Kalau misalnya terus terjadi PHK dan lain-lain, bisa saja. Tapi selama ini secara nasional, Indoensia belum berdampak banyak pada pengangguran,” ungkap dia.

Begitu juga dengan dampak dari tidak diperpanjangnya izin usaha hotel dan griya pijak Alexis.

“Enggak ada pengaruh karena kecil sekali. Kita lihat Indonesia itu 121 juta tenaga kerja. Kalau PHK 50 orang tidak terlihat. Enggak akan terlihat,” jelas dia. (*/maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita