Jumat, 25 Juni 2021

Jika Gunung Mantap Runtuh, Pancaran Radioaktivitas Menyebar ke Seluruh Belahan Bumi

Jika Gunung Mantap Runtuh, Pancaran Radioaktivitas Menyebar ke Seluruh Belahan Bumi

Citra satelit situs percobaan nuklir Punggye-ri, Korea Utara. (Google Earth 2016 dengan keterangan oleh 38 North pada 2017)

Jakarta, Swamedium.com — Sebanyak 200 pekerja Korea Utara tewas setelah terowongan bahan peledak yang sedang digali di sebuah situs percobaan nuklir rezim runtuh menurut Asahi, kanal TV Jepang, yang pertama kali mengabarkannya.

Banner Iklan Swamedium

Narasumber di Korut mengatakan kepada Asahi bahwa satu terowongan yang sedang digali oleh 100 pekerja di situs percobaan Punggye-ri runtuh awal bulan ini.

100 pekerja yang lain dikirim untuk menyelamatkan rekan-rekannya itu. Mereka pun dilaporkan tewas setelah terowongan tersebut mengalami keruntuhan untuk yang kedua kalinya.

Tanggal pasti musibah itu belum diketahui, tetapi yang jelas terjadi tidak lama setelah Korut mengadakan percobaan nuklir bawah tanah keenamnya yang paling kuat.

Korut mengklaim percobaan terakhir di bawah Gunung Mantap pada 3 September itu merupakan bom hidrogen. Ledakannya setara dengan gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter.

Citra satelit situs Punggye-ri diambil tidak lama setelah percobaan tersebut mengakibatkan kerusakan berat pada bagian permukaan, termasuk tanah longsor.

Pada 17 Oktober, sebuah studi yang dipublikasikan oleh suatu institusi AS-Korsel di Universitas Johns Hopkins serta dimuat pada situs web 38 North menyebutkan bahwa percobaan nuklir bawah tanah keenam itu menyebabkan kerusakan besar pada jaringan terowongan yang ada di bawah Gunung Mantap.

Nam Jae-chol, kepala administrasi meteorologi Korsel, mencamkan dalam pernyataan di hadapan parlemen Korsel, Senin (6/11), bahwa percobaan-percobaan nuklir selanjutnya di Punggye-ri, Korut, dapat mengakibatkan Gunung Mantap runtuh serta memancarkan radioaktivitas ke lingkungan hidup.

“Berdasarkan analisis kami terhadap citra satelit, kami menilai bahwa ada suatu ruang berongga di sana, sekitar 60 hingga 100 meter di bawah Gunung Mantap,” terang Nam. “Jika tes nuklir terjadi, ada kemungkinan [runtuh].”

Ilmuwan-ilmuwan Cina telah mengeluarkan peringatan serupa. Mereka menyebutkan bahwa curahan radioaktif dapat menyebar ke seluruh hemisfer jika Gunung Mantap runtuh. (*/Pamungkas)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita