Minggu, 09 Agustus 2020

Konflik Arab Saudi dan Iran Memanas Kembali

Konflik Arab Saudi dan Iran Memanas Kembali

Riyadh, Swamedium.com — Arab Saudi mengecam republik syi’ah Iran di balik serangan misil balistik pemberontak syi’ah Hutsi Yaman ke Riyadh, Sabtu (4/11) malam.

Arab Saudi menyebutkan bukti Iran terlibat dan menilainya sebagai sinyal perang.

Sebuah pernyataan, Senin (6/11), melalui kantor berita SPA, mencela rezim syi’ah Iran mengontrol agresi militer syi’ah Hutsi; menegaskan peran Iran dalam manufaktur misil tersebut dan satu misil sebelumnya berdasarkan penyelidikan terhadap puing-puing, serta perannya dalam penyelundupan misil-misil itu ke Yaman untuk menyerang Kerajaan Arab Saudi, penduduknya, dan tempat-tempat vital.

Pernyataan itu mengecam Iran telah melanggar Resolusi 2216 Dewan Keamanan PBB (14 April 2015), tepatnya pada nomor 14, yakni melarang negara-negara menyuplai persenjataan kepada kelompok bersenjata Yaman.

Oleh sebab itu, Arab Saudi menganggapnya sebagai agresi militer rezim syi’ah Iran secara terang-terangan, dan dapat berkembang menjadi tindakan memerangi Kerajaan Arab Saudi.

Arab Saudi pun menyatakan akan menutup sementara seluruh jalur ke Yaman melalui darat, air, dan udara selama masih menyelidiki bagaimana misil-misil diselundupkan dari Iran ke Yaman.

Maskapai penerbangan nasional Yaman, Yemenia, pun akhirnya membatalkan seluruh jadwal penerbangan.

Tentara revolusi Iran dan para pemimpin politik telah membantah tuduhan keterlibatan mereka dalam serangan Hutsi Yaman ke Riyadh.

Memulai Pertentangan Kembali
Ahad (5/11), Arab Saudi mengeluarkan pernyataan yang menawarkan puluhan juta dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapan 40 pimpinan dan anggota kelompok syi’ah Hutsi.

Koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan serangan udara ke Provinsi Sana’a, Yaman, Ahad (5/11), beberapa jam setelah Yaman meluncurkan misil balistik ke Riyadh, Sabtu (4/11) malam.

Pada Maret 2015, korban sipil yang tewas di Yaman telah melampaui 10.000 orang. Beberapa analis menggambarkan konflik keduanya sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran. Mereka berperang demi supremasi regional.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.