Sabtu, 04 Juli 2020

Polda Sebut TGPF Novel Belum Diperlukan

Polda Sebut TGPF Novel Belum Diperlukan

Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. (Prayoga/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Terkait belum terungkapnya pelaku kasus teror penyiraman air keras terhadap Senior Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Polda Metro Jaya menilai belum diperlukanya pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), karena dalam kasus ini polisi masih terus menunjukan perkembanganya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan bahwa sampai sekarang pihaknya terus bekerja keras untuk mengungkap pelaku dibalik teror tersebut dan masalah pengungkapanya hanya menunggu waktu saja.

“Menurut saya, untuk pembentukan TGPF belum perlu. Karena kami ada progres, Setiap hari- setiap hari, tiap minggu kami anev (Analisa dan Evaluasi,-Red) Ada progres disitu. Untuk pengungkapan kasus ada cepat atau lambat,” ucap Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/11).

Saat ini tim penyidik Polda Metro Jaya sudah memasuki tahap mengkonfrontasi saksi saksi yang diduga melihat pelaku penyiraman tersebut.

“Untuk saat ini kami sudah konfrontasi dengan saksi, apakah benar sketsa sketsa seperti apa, wajah seperti apa. Kemudian kami juga teliti kembali. Setelah dikroscek kembali, akan kami masukkan ke komputer. Nanti kami share, agar masyarakat biar tau ada saksi yang melihat,” jelasnya.

Lebih lanjut Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur tersebut mengungkapkan jangan karena polisi lama mengungkap kasus kejahatan, sejumlah pihak ikut mendesak untuk pembentukan TGPF tersebut.

“Menurut saya, kalau yang berkaitan dengan hal-hal yang kasus lama belum terungkap, nanti masyarakat semua bisa meminta TGPF. Banyak kasus seperti di Jakarta Barat, ada pembunuhan satu keluarga, belum kami dapatkan pelaku, di Kebon Jeruk juga satu keluarga belum kami dapatkan. Itu masalah waktu saja,” pungkasnya. (Yog/Dng)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.