Sabtu, 08 Agustus 2020

30 Orang Tewas dalam Rangkaian Serangan Balasan Arab Saudi ke Yaman

30 Orang Tewas dalam Rangkaian Serangan Balasan Arab Saudi ke Yaman

Lokasi Provinsi Hajjah di Yaman. Prov. Hajjah, Ibu Kota Sana'a, dan wilayah-wilayah di Yaman bagian tengah merupakan daerah kekuasaan para pemberontak syi'ah Hutsi. (Al Jazeera)

Hajjah, Swamedium.com — Menurut media lokal dan para aktivis, setidaknya 30 warga Yaman, termasuk wanita dan anak-anak tewas dalam rangkaian serangan udara pimpinan Arab Saudi di Hajjah, Yaman bagian utara.

Arab Saudi mulai melancarkan serangan sejak Ahad (5/11) sebagai balasan serangan misil balistik pemberontak syi’ah Hutsi Yaman, Sabtu (4/11) malam.

Melalui kantor berita SPA, Arab Saudi menuding Iran berada di balik serangan misil tersebut, yakni salah satu perannya sebagai pemasok bahan pembuat misil.

Hussain al-Bukhaiti, aktivis pro syi’ah Hutsi, mengatakan kepada Al Jazeera, setidaknya 16 kali serangan udara menargetkan Desa Hiran, Provinsi Hajjah, Selasa (7/11), menewaskan 30 orang.

Hussain mendapatkan informasi dari warga lokal bahwa serangan dimulai tidak lama setelah tengah malam, menargetkan rumah syekh Hamdi, seorang loyalis syi’ah Hutsi, menewaskan dia dan keluarganya.

Rangkaian serangan berlanjut hingga pukul 17.00 waktu setempat (21.00 WIB).

Menurut Hussain, kehancuran akibat serangan menghalangi para kerabat dan tim penyelamat menjangkau jenazah.

Kanal TV milik syi’ah Hutsi, Al Masirah, melaporkan, 10 paramedik pun tewas.

Yaman terlibat konflik sejak 2014 ketika pemberontak syi’ah Hutsi bersekutu dengan tentara loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk Ibu Kota Sana’a.

Koalisi negara-negara arab pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara kepada para pemberontak tersebut pada Maret 2015. Tindakan itu bertujuan untuk memulihkan kembali kedaulatan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Selanjutnya, lebih dari 10.000 orang tewas, jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, dan Yaman mengalami musibah kelaparan serta wabah kolera yang mematikan.

Warga sipil hanyalah korban dari perang kedua negara. Perang itu sebenarnya merupakan perang proksi antara Arab Saudi dan Iran demi supremasi regional. (*/Pamungkas)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.