Minggu, 13 Juni 2021

Ironis, Foto Gajah Teraniaya Ini Buktikan Kekejaman Manusia

Ironis, Foto Gajah Teraniaya Ini Buktikan Kekejaman Manusia

Foto berjudul "Hell is here" peraih penghargaan terbaik ini menunjukkan seekor induk gajah dan anaknya dianiaya oleh massa di Provinsi Bengal Barat. (Biplab Hazra)

Kolkata, Swamedium.com — Foto gajah dan anaknya yang berusaha melarikan diri dari api mendapatkan penghargaan terbaik.

Banner Iklan Swamedium

Suatu foto yang menarik perhatian menunjukkan seekor induk gajah dan anaknya berusaha melarikan diri dari serangan api oleh massa di India. Foto itu meraih suatu penghargaan terbaik fotografi kehidupan liar Asia.

Dua gajah tersebut berlari di antara keramaian masyarakat yang melempari keduanya dengan bola aspal berapi dan petasan. Hal itu dilakukan dengan alasan untuk menangkal para gajah mendekati permukiman penduduk.

Foto berjudul “Hell is here” itu diambil oleh Biplab Hazra, seorang fotografer dari Provinsi Bengal Barat.

Biplab pun meraih penghargaan fotografer kehidupan liar suaka alam terbaik 2017.

Sanctuary Nature Foundation, sebagai penyelenggara penghargaan, mengatakan, “Di Distrik Bankura, Provinsi Bengal Barat, penganiayaan terhadap hewan berkulit tebal ini dilakukan rutin, seperti halnya di provinsi-provinsi jangkauan gajah yang lainnya di Assam, Odisha, Chhattisgarh, Tamil Nadu, dan yang lainnya.”

“Konflik seperti itu meningkat setiap hari,” kata Christy Williams, direktur World Wildlife Fund (WWF) Myanmar, yang meneliti gajah-gajah di region tersebut.

Ia mengatakan, gajah-gajah semakin terdesak ke luar dari habitatnya akibat ulah manusia. “Di sana terjadi penebangan pohon, hutan terdegradasi serta terfragmentasi oleh pembangunan jalanan dan jaringan pipa baru,” jelasnya.

India merupakan rumah bagi sekitar 30.000 gajah Asia, atau setara dengan 70 persen populasinya di seluruh dunia. Sekitar 800 di antaranya berada di Bengal Barat menurut penghitungan resmi terkini.

Koeksistensi–keadaan hidup berdampingan secara damai–antara manusia dan gajah sangat sulit terjadi, kata Christy.

“Gajah itu hewan berukuran besar–mereka merupakan mamalia terbesar di daratan dan memiliki habitat terluas, sekitar 800 km². Lahan-lahan di hutan alam seluas itu menjadi sangat langka,” terangnya.

“Pada akhirnya, manusia selalu menang, apa pun spesies (hewan saingan)nya, bagaimana pun kuatnya,” ungkapnya. (Pamungkas)

Sumber: Guardian

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita