Kamis, 17 Juni 2021

Kasus Penganiayaan Ahli IT Hermansyah Masuki Babak Baru

Kasus Penganiayaan Ahli IT Hermansyah Masuki Babak Baru

Foto: Pelaku penganiayaan terhadap Ahli IT Hermansyah. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Kasus penganiayaan terhadap ahli IT Hermansyah memasuki babak baru. Lima tersangka penganiayaan akan segera disidangkan setelah kelimanya dilimpahkan memasuki tahap dua ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur.

Banner Iklan Swamedium

“Tahap dua sudah dilakukan pada tanggal 8 November lalu. Kelima tersangka sudah kami kirim ke Kejari Jakarta Timur,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan, di Jakarta, Kamis (9/11).

Adapun kelima tersangka yang diserahkan ke Kejari Jakarta Timur itu adalah Laurens Paliama, Richard Patipeluhu, Edwin Gitipeuw, Erick Birahy dan Dominggua Paliama alias Domansye.

Selain kelima tersangka, polisi juga menyerahkan barang bukti di antaranya pisau untuk menusuk korban.

Untuk diketahui, berkas perkara kelima tersangka tersebut telah dinyatakan lengkap (P21) pada tanggal 18 Oktober 2017 lalu. Sebelumnya, berkas tersebut sempat dikembalikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada tanggal 15 Oktober 2017.

“Kelima tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke 2e KUHP dan atau Pasal 338 KUGP jo Pasal 53 ayat (1) KUHP. Khusus tersangka Laurens ditambahkan dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951,” ungkap Hendy.

Seperti diketahui, Dosen Teknologi Informasi ITB, Hermansyah, menjadi korban penganiayaan oleh kelima tersangka, pada Minggu (9/7) dinihari lalu. Ia ditusuk berkali-kali oleh para pelaku saat melintas di ruas jalan Tol Jagorawi.

Sebelum kejadian itu, saat berbicara di Indonesian Lawyer Club (ILC) yang tayang di TV One beberapa waktu lalu, Hermansyah menyebut percakapan yang diduga antara Habib Rizieq dengan seorang wanita, Firza Husein, yang dijadikan barang bukti oleh kepolisian, adalah percakapan palsu dan mudah untuk dibuktikan kepalsuannya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita