Jumat, 25 Juni 2021

Solidaritas Alumni 212 Gelar Aksi ‘Save Buni Yani’ di Komisi Yudisial

Solidaritas Alumni 212 Gelar Aksi ‘Save Buni Yani’ di Komisi Yudisial

Foto: Koordinator aksi, Agus Chaerudin meminta KY mendukung majelis hakim menggunakan wewenang keputusan ultrapetitum karena secara yurisprudensi Buni Yani harus bebas demi hukum. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Sejumlah elemen masyarakat yang mengatasnamakan Solidaritas Alumni 212 menggelar aksi bertajuk ‘Save Buni Yani’ di gedung Komisi Yudisial (KY). Mereka menuntut KY untuk mendukung majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung untuk membebaskan Buni Yani.

Banner Iklan Swamedium

Aksi yang diikuti sekitar puluhan orang ini diikuti setidaknya oleh Solidaritas Alumni 212, Aliansi Gelora Bung Karno, KAPPI, dan PMBR. Mereka tiba di gedung KY pukul 09.45 WIB, Kamis (9/11).

Terlihat peserta aksi membawa spanduk besar yang bergambar mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di sebelah kiri dan Buni Yani di sebelah kanan. Di spanduk itu tertulis ‘Ahok terbukti bersalah. Hakim jujur dan adil. Buni Yani pasti bebas. Komisi Yudisial Republik Indonesia’.

“Kami meminta KY untuk mendukung majelis hakim menggunakan wewenang keputusan ultrapetitum. Jadi dasar dari sidang putusan Ahok yang sudah terpidana bahwa secara yurisprudensi ini Buni Yani harus bebas demi hukum, batal demi hukum itu tuntutannya. Karena memang terbukti di fakta persidangan Ahok, sudah terbukti bahwa bukan karena video yang Buni Yani share,” jelas Koordinator aksi, Agus Chairudin.

Usai mendengarkan penjelasan Chairudin tersebut, Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi, Jaja Ahmad Jayus Jaja mengatakan, pihaknya berharap hakim yang menyidangkan kasus Buni Yani dapat bertindak adil.

“Mudah-mudahan hakim berani, obyektif dan profesional. Kalau ada pelanggaran kode etik, jika tidak terlihat pada kita, sampaikan pada kita,” tuturnya.

Seperti diketahui, Buni Yani dijerat kasus dugaan pelanggaran UU ITE atas unggahannya di media sosial Facebook terkait video Ahok yang belakangan telah terbukti menistakan agama.

Persidangan Buni Yani sendiri masih berjalan di Pengadilan Negeri Bandung dan akan memasuki pembacaan vonis pada 14 November mendatang. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita