Senin, 14 Juni 2021

Kasus NJOP Reklamasi, Sekda Sayangkan Kepala BPRD Mangkir Panggilan Polisi

Kasus NJOP Reklamasi, Sekda Sayangkan Kepala BPRD Mangkir Panggilan Polisi

Foto: Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, mengatakan kehadiran BPRD DKI diperlukan untuk menjelaskan permasalahan penetapan NJOP Pulau Reklamasi, sehingga informasi yang didapat utuh tidak terpotong-potong. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Sekretaris Daerah (Sekda), Saefullah menyayangkan mangkirnya Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Edi Sumantri dari panggilan Polda Metro Jaya.

Banner Iklan Swamedium

“Saya rasa panggilan penegak hukum, kepolisian, yang dipanggil harus hadir,” kata Saefullah di Lapangan Eks IRTI Monas, Jakarta , Jumat (10/11).

Menurut Saefullah, kehadiran itu diperlukan untuk menjelaskan duduk permasalahan terkait penetapan nilai jual obyek pajak (NJOP) pulau-pulau reklamasi yang tengah diselidiki kepolisian. Sehingga informasi yang didapat utuh tidak terpotong-potong.

“Menjelaskan sesungguhnya apa yang terjadi prosesnya seperti apa, Kadang-kadang orang tahunya sepotong-sepotong proses itu. Prosesnya dijelaskan agar masyarakat juga tahu,” pungkasnya.

Sebelumnya diwartakan, Edi Sumantri dan Kepala Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Dwi Hariyantono tidak menghadiri panggilan polisi terkait kasus NJOP reklamasi pulau Teluk Jakarta di Mapolda Metro Jaya. Keduanya berhalangan hadir karena harus menghadiri rapat.

“Jadi ada surat dari yang bersangkutan yang masuk ke Polda Metro, ke Krimsus bahwa yang bersangkutan minta schedule ulang. Hari ini yang bersangkutan ada kegiatan rakor (rapat koordinasi),” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/11). (Ima)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita