Jumat, 18 Juni 2021

Pemberontak Hutsi Tawarkan Suaka Politik di Yaman bagi Para Pangeran Arab Saudi

Pemberontak Hutsi Tawarkan Suaka Politik di Yaman bagi Para Pangeran Arab Saudi

Mohammed Ali al-Hutsi menawarkan suaka politik kepada warga Arab Saudi di akun Twitter-nya. (Twitter)

Sana’a, Swamedium.com — Pemberontak syi’ah Hutsi menawarkan suaka politik di Yaman bagi pangeran-pangeran Arab Saudi.

Banner Iklan Swamedium

Beberapa hari yang lalu, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, melancarkan pembersihan antikorupsi di dalam sejarah Kerajaan era modern ini.

Seorang narasumber Al Jazeera yang dekat dengan pimpinan Hutsi mengatakan, Selasa (7/11), bahwa setiap pangeran kerajaan atau warga Arab Saudi yang ingin mengungsi akan “disambut” oleh Yaman, “tetangga persaudaraan” mereka.

“Kami siap menawarkan suaka politik kepada setiap anggota keluarga Al Saud atau warga Arab Saudi yang ingin menghindari penindasan dan persekusi,” kata seorang narasumber dari kelompok syi’ah Hutsi Yaman.

Penawaran itu “100 persen asli” dan kami (Hutsi) tidak tertarik untuk mengambil “manfaat politik” dari situasi ini, lanjut narasumber itu.

Ahad (5/11), sebelas pangeran, empat menteri, dan beberapa mantan menteri Arab Saudi ditahan dalam suatu tindakan keras yang tampaknya belum pernah terjadi sebelumnya. Peristiwa itu mengguncang Kerajaan Arab Saudi.

Salah seorang di antaranya ialah investor dan miliarder terkemuka Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal.

Selain itu, para menteri senior yang dipecat adalah Pangeran Miteb bin Abdullah, kepala pengawal nasional, dan Adel Faqih, menteri ekonomi.

Menanggapi pengumuman tawaran suaka politik tersebut, Mohammed Ali al-Hutsi, presiden komite revolusi pimpinan syi’ah Hutsi, mengatakan, setiap warga Arab Saudi “yang ditarget oleh rezim” akan diterima di Yaman.

“Kepada kawan kami anggota kerajaan Al Saud, siapa saja yang menjabat di keluarga kerajaan, setiap karyawan, atau orang-orang yang merasa dijadikan target oleh rezim, kami siap menyambut kalian dengan tangan terbuka untuk tinggal bersama kami sebagai saudara kami yang tertindas,” seru Ali al-Hutsi di Twitter, Ahad (5/11).

Perombakan pemerintah Arab Saudi terjadi beberapa bulan setelah Raja Salman menggantikan keponakannya, Mohammed bin Nayef, dengan putranya, Mohammed, sebagai Putra Mahkota.

Mohammed bin Salman (32) bertanggung jawab sebagai yang memelopori perang di Yaman. Perang itu telah menewaskan 10.000 orang, melukai 40.000 yang lainnya, dan menyebabkan Yaman mengalami musibah kelaparan.

Bahkan, operasi militer itu pun menyebabkan penyebaran kolera. Sebanyak 500.000 warga Yaman menderita kolera. (Pamungkas)

Sumber: Al Jazeera

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita