Jumat, 25 Juni 2021

Presiden Libanon Desak Saad Hariri Kembali untuk Jelaskan Pengunduran Dirinya

Presiden Libanon Desak Saad Hariri Kembali untuk Jelaskan Pengunduran Dirinya

Presiden Libanon, Michel Aoun, bertemu dengan utusan Kerajaan Arab Saudi, Walid al-Bukhari, di istana kepresidenan di Baabda, Libanon, Jumat (10/11). (Dalati Nohra/Reuters)

Beirut, Swamedium.com — Presiden Libanon, Michel Aoun, mengatakan kepada seorang utusan Arab Saudi, Jumat (10/11), bahwa Saad Hariri harus kembali ke Libanon dan pengunduran diri Saad di Arab Saudi tidak dapat diterima.

Banner Iklan Swamedium

Dua pejabat tinggi Libanon, seorang politisi senior yang dekat dengan Saad, dan seorang narasumber keempat mengatakan kepada Reuters, Kamis (9/11), Saad ditahan di Arab Saudi di tengah krisis yang mendalam, yang mendorong Libanon ke garis depan perebutan kekuasaan antara Arab Saudi dan Iran.

Pemerintah Arab Saudi mengatakan bahwa tiada yang salah dengan keputusan Saat mengumumkan pengunduran dirinya, Sabtu (4/11), di Riyadh.

Sejak pengumuman itu, Arab Saudi menuding Libanon dan gerakan syi’ahnya, Hizbullah, menyatakan perang terhadap Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi telah menyarankan warganya supaya tidak bepergian ke Libanon, atau jika sudah berada di sana, agar meninggalkannya sesegera mungkin.

Negara-negara teluk yang lainnya pun telah mengeluarkan peringatan perjalanan ke Libanon bagi warganya.

Langkah itu telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Kerajaan Arab Saudi (KAS) dapat mengambil tindakan terhadap Libanon, yang menampung 1,5 juta pengungsi Suriah.

Pengunduran diri Saad, yang juga seorang pengusaha dengan investasi besar-besaran di Arab Saudi, itu terjadi ketika KAS mengumpulkan belasan pangeran senior Kerajaan dan pengusaha dalam penyelidikan korupsi.

Libanon yang terdiri dari Muslim, syi’ah, kristen, dan keyakinan yang lain itu mengalami perang sipil pada 1975–1990. Negara itu memelihara sistem pemerintahan yang memastikan setiap kelompok terwakili.

Pengunduran diri Saad sebagai politisi Sunni (Muslim) dapat menyebabkan Libanon kembali ke pusat pergumulan regional antara kerajaan Muslim, Arab Saudi, dan republik syi’ah Iran.

Negara-negara lain yang ingin terlibat, seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Prancis, meminta agar Libanon tetap dilindungi dari ketegangan di region itu.

Mereka pun mendukung pemanggilan Presiden Michel kepada Saad agar kembali ke Libanon.

Selama pertemuan dengan utusan KAS tersebut, Michel mengungkapkan keprihatinannya atas laporan tentang situasi Saad, dan mendesak klarifikasi, kata narasumber kepresidenan.

Saad adalah anak kedua (dari lima bersaudara) Rafic Hariri. Rafic merupakan seorang perdana menteri yang menjabat cukup lama (1992–1998 dan 2000–2004).

Rafic tewas dibunuh dengan bom pada 2005.

Saad mengungkapkan dalam pernyataan pengunduran dirinya bahwa ia takut akan pembunuhan terhadap dirinya seperti yang dialami oleh bapaknya. Selain itu, ia menyalahkan republik syi’ah Iran karena senantiasa mencampuri urusan dalam negeri Libanon.

Pengunduran dirinya mengungkap kesepakatan politik di antara faksi-faksi yang bersaing, yang menjadikannya perdana menteri dan Michel Aoun–seorang sekutu Hizbullah–sebagai kepala negara tahun lalu.

Pemerintahan koalisi itu termasuk Hizbullah, organisasi politik syi’ah dan kelompok militer bersenjata berat.

Arab Saudi menganggap Hizbullah sebagai musuhnya dalam konflik di region, termasuk di Suriah dan Yaman.

Prancis dan Jerman mengatakan, Jumat (10/11), kedua negara itu tidak percaya bahwa Saad ditahan karena bertentangan dengan kehendaknya sendiri.

“Perhatian kami ialah stabilitas Libanon dan solusi politis dapat diterapkan secepatnya,” kata menteri luar negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, kepada saluran radio Europe 1.

Kamis (9/11), partai politik Saad, Future Movement (FM), mengatakan, kepulangan Saad diperlukan untuk menegakkan sistem Libanon, menunjukkan dirinya sebagai perdana menteri serta seorang pemimpin nasional.

Michel menolak pengunduran diri tersebut sampai Saad kembali ke Libanon untuk menyampaikan (pengunduran diri)nya secara langsung serta menjelaskan alasannya. (Pamungkas)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita