Sabtu, 23 Januari 2021

Pembangunan Infrastruktur Ini Untuk Siapa Pak Jokowi?

Pembangunan Infrastruktur Ini Untuk Siapa Pak Jokowi?

Foto. Barang-barang impor dengan harga sangat murah membanjiri pasar di seluruh pelosok negeri. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Pembangunan infrastruktur di era Pemerintahan Jokowi-JK dinilai hanya akan membuat bangsa Indonesia menjadi penonton di negeri sendiri jika tidak dibarengi dengan pengembangan industri dalam negeri. Keberadaan jalan tol dimana-mana hanya akan dimanfaatkan industri negara lain untuk membanjiri tanah air dengan produk impor.

Banner Iklan Swamedium

Seperti diketahui, industri dalam negeri saat ini saja sudah kesulitan bersaing dengan produk impor yang membanjiri pasaran di seluruh pelosok negeri dengan harga sangat murah.

Menurut peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus, pembangunan infrastruktur tak bisa berdampak langsung kepada masyarakat.

“Infrastruktur yang dibangun ini kan membutuhkan timelack. Di mana kalau infrastruktur sedang dibangun ini enggak langsung berdampak positif pada masyarakat, tapi tunggu dulu sampai jadi,” kata Ahmad di Jakarta, Jumat (10/11) yang dirilis media.

Bila pembangunan infrastruktur sudah selesai dikerjakan pun, ungkapnya, masyarakat belum tentu bisa menikmati hasilnya.

“Kalau infrastruktur kita kalau sudah dibangun, sudah jadi, apakah akan mengurangi biaya logistik? Apakah akan meningkatkan daya saing industri kita? Jawabannya belum tentu. Karena kita yang sekarang lagi bangun infrastruktur, yang lagi banyak-banyaknya ini, ternyata negara lain juga senang. Mereka berpikir dengan baiknya infrastruktur ini, mereka bisa impor lebih lancar ke kita,” katanya.

Lain cerita bila sektor Industri dalam negeri juga ikut dikembangkan. Bila pembangunan infrastruktur diimbangi dengan didorongnya sektor industri dalam negeri, maka hal itu akan lebih baik.

Bila tidak demikian, kata Heri, maka industri-industri luar negeri yang telah siap akan memanfaatkan hasil pembangunan infrastruktur seperti jalan tol tersebut.

“Jadi kalau misalnya pembangunan infrastruktur yang sekarang ini lagi banyak-banyaknya ini tidak diimbangi dengan pembangunan skill sumber daya manusia (SDM), pembangunan industri, ya kita akan kalah juga. Infrastruktur yang bagus ini seperti tol di mana-mana hanya akan dimanfaatkan oleh importir. Karena industri di luar sana sudah siap untuk kirim barangnya di sini. Akhirnya kita jadi penonton lagi,” katanya.

Oleh sebab itu, Heri mengatakan, pemerintah dalam membangun infrastruktur juga harus bisa mendorong pengembangan industri dalam negeri.

“Harusnya yang memanfaatkan (infrastruktur) ini kita duluan, makanya kita siapin dulu sektor-sektor industrinya, tenaga kerjanya. Sehingga kalau itu infrastruktur sudah jadi bisa kita manfaatkan, dan bisa berdampak untuk ekonomi kita. Jadi harusnya dilakukan berbarengan,” tuturnya.(*/maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita