Selasa, 15 Juni 2021

Menteri Luhut Bersikeras Bangun KEK di Jawa Barat

Menteri Luhut Bersikeras Bangun KEK di Jawa Barat

Foto. Peruntukan wilayah Bekasi, Karawang dan Purwakarta sedang diperebutkan menjadi kota metropolitan atau kawasan ekonomi khusus. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritman Luhut Panjaitan bersikeras menetapkan Bekasi, Karawang dan Purwakarta sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) meski Bappenas menolak. Penentuan kawasan KEK itu, dikatakan Luhut harus mengacu kepada hasil studi dari para ahli.

Banner Iklan Swamedium

“Jadi tidak ada suka enggak suka, Anda mau gini, enggak. Hasil studinya yang nanti jadi acuan,” kata Luhut yang dirilis media di akhir pekan ini.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menolak ide Luhut soal pembentukan kawasan ekonomi di Bekasi dan sekitarnya.

Bambang beranggapan Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta tak memenuhi syarat sebagai kawasan KEK. Ketiga daerah tersebut dianggap sudah berkembang pesat, telah memiliki fasilitas pembangunan infrastruktur dan tak memerlukan insentif fiskal.

Bambang menegaskan, KEK hanya diperuntukan untuk kawasan yang memiliki potensi untuk berkembang, namun belum berkembang. Sedangkan, 3 kawasan tersebut, dipandang sudah masuk dalam kategori kawasan berkembang.

“Jadi yang akan kami dorong adalah pengembangan kawasan metropolitan karena kawasan metropolitan Jakarta masih terpaku seolah hanya Jabodetabek,” kata Bambang di awal pekan yang dirilis katadata.co.id.

Bambang menjelaskan, dengan menjadi kawasan metropolitan, pemerintah dapat berfokus kepada pengembangan infrastruktur dan konektivitas di wilayah tersebut. Selain itu aturan yang dibuat bisa lebih dinamis dan efisien untuk memudahkan investasi. “Kalau (di wilayah) ini kan sudah banyak investor tapi kami ingin lebih banyak lagi yang datang,” katanya.

Apalagi menurut Bambang, pada 2045 nanti metropolitan Bandung serta Metropolitan Jakarta akan bersinggungan dan akan membentuk megapolitan berpenduduk 80 juta orang. Oleh sebab itu perlu segera ada penataan yang dilakukan dari tingkat perencanaan.

“Antisipasi infrastrukturnya, lalu penataan ruang serta memisahkan daerah perumahan, industri, hingga mana lahan pertanian,” kata Bambang.

Sebelumnya, Luhut mengatakan pemerintah tengah mengkaji agar kawasan Bekasi, Karawang, dan Purwakarta statusnya meningkat dari areal industri menjadi KEK untuk membantu memaksimalkan pusat kawasan ekonomi terintegrasi antara Jakarta dengan Jawa Barat.

Kawasan ini, jelas dia, didorong dengan pengadaan sejumlah fasilitas infrastruktur yang tengah dibangun pemerintah, yaitu bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (*/maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita