Jumat, 25 Juni 2021

Komedian Kiwil Sampaikan Orasi di Aksi Kawal Sidang Buni Yani

Komedian Kiwil Sampaikan Orasi di Aksi Kawal Sidang Buni Yani

Foto: Komedian Kiwil juga hadir di sidang pembacaan vonis Buni Yani. (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.Com – Kiwil, komedian ikut berorasi saat Buni Yani menjalani persidangan tuntutan di Gedung Kearsipan dan Dokumentasi, Jl Seram, Bandung, Selasa (14/11).

Banner Iklan Swamedium

Tidak seperti yang biasa kita lihat di layar kaca, materi orasi Kiwil ternyata sangat baik dia bicara tentang islam dan teknologi.

“Dulu presiden kita BJ Habibie mengatakan Islam dan teknologi. Islam harus lebih unggul dari teknologi. Jangan teknologinya yang lebih tinggi. Akan hancur akhlak di negeri ini,” katanya.

Kiwil berkata demikian karena melihat, kini apa yang diinginkan Presiden RI ke-3 itu terjadi di luar dugaan, saat teknologi maju, keimanan penggunanya juga tidak terjaga.

“Yang lebih parah lagi, penyelenggara negara juga tidak mengerti teknologi,” katanya.

Terkait kasus Buni Yani, kata Kiwil, seharusnya yang jadi tersangka bukan yang membagikan, tetapi yang mengunggah.

“Ini kan aneh. Masa yang menshare yang dipersalahkan. Seharusnya kan yang mengaploadnya. Itu kan teknologi, gampang diketahuinya. Masa tidak tahu,” katanya.

Buni Yani, menurut Kiwil, tidak bersalah sebab apa yang menjadi objek dari video yang telah dibagikan Buni Yani juga sudah dihukum.

Oleh karenanya Kiwil meminta, Hakim bertindak seadil-adilnya. Kalau perlu Buni Yani dibebaskan, sebab tersangkanya (Ahok -red) juga sudah menjalani hukuman.

“Ayahanda Buni Yani itu menurut saya pahlawan, sebab telah mempersatukan umat,” terangnya.

“Saat palu hakim berbicara, dan keputusannya itu tidak sesuai dengan kebenaran. Di Yaumil Kiamah nanti, sayalah yang akan menyidangkan pak hakim,” katanya.

Oleh karenanya, Kiwil meminta kepada penuntut hukum agar belajarlah Islam secara kafah. Sebab Islam itu rahmatann Lil Allamin.

“Kalau kasus ini berlanjut. Akan semakin sibuk bapak, ini bukan masalah hukum, ini masalah akidah,” katanya.

Selain itu, Kiwil juga meminta polisi menggunakan skala prioritas dalam menangani perkara, sebab permasalahan di negara ini banyak masih banyak permasalahan lain yang lebih urgent untuk diselesaikan.

“Kasus Ayahanda Buni Yani ini anak kecil. Kasus ini kecil. Masih banyak kasus yang lebih urgent untuk diselesaikan,” katanya. (Ris)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita