Jumat, 25 Juni 2021

BBM Penugasan Jokowi Rugikan Pertamina Rp 19 Triliun, DPR Minta Audit Investigasi

BBM Penugasan Jokowi Rugikan Pertamina Rp 19 Triliun, DPR Minta Audit Investigasi

Ilustrasi. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Pendapatan PT Pertamina (Pesero) di tahun 2017 berpotensi hilang sebesar Rp 19 triliun akibat kenaikan harga minyak dunia yang tidak diimbangi dengan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi penugasan dari Pemerintah. Komisi VII DPR RI meminta pemerintah melakukan audit investigasi terkait kerugian tersebut.

Banner Iklan Swamedium

Anggota Komisi VII DPR RI, Harry Poernomo, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil audit investigasi yang dilakukan terhadap Pertamina. Audit ini dinilai perlu dilakukan mengingat jumlah potensi kehilangan pendapatan ini cukup besar dan akan berdampak terhadap kontribusi Pertamina terhadap negara.

Kita tunggu hasil audit tersebut,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (14/11) .
Harry berharap, dari hasil audit investigasi tersebut nanti bisa ditemukan akar masalah, dan pemerintah bisa segera mencari cara untuk memperbaiki tata kelola Pertamina selama ini.

“Jika nanti ada hasil investigasi yang membuktikan masalahnya. Baru tindak lanjut audit dengan tujuan tertentu,” kata dia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Center for Bugdet Analysis Uchok Sky Khadafi. Menurut dia, saat ini Pertamina memang dihadapkan oleh berbagai macam masalah. Oleh sebab itu, perlu dilakukan evaluasi agar potensi kehilangan pendapatan yang dialami Badan Usaha Milik Negara tak kembali terjadi.‎

“Dengan adanya potensi ini, diharapkan pemerintah melakukan audit investigasi lagi agar ini tidak terulang lagi,” tandas dia.

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) kehilangan potensi pendapatan sebesar US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 19 triliun hingga kuartal III 2017. Penyebabnya kenaikan harga minyak dunia yang tidak diimbangi dengan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi penugasan dari pemerintah.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan, ‎dalam sembilan bulan terakhir harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) ‎naik sebesar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$ 37,88 per barel.

Dari kenaikan ini, Pertamina sebenarnya berharap ada kebijakan penyesuaian harga BBM. “Harga ICP itu rata rata sembilan bulan di 2016 itu hampir US$ 38, US$ 37,88. Rata-rata sembilan bulan di tahun ini naik 30 persen, rata rata memang naik. Tentu harga naik ini tentunya kita berharap ada penyesuaian harga per tiga bulan,” ujar dia di kawasan Thamrin, Jakarta.

Jika harga BBM tersebut dinaikkan, pendapatan yang diterima hingga kuartal III diperkirakan akan mencapai US$ 32,8 miliar. Namun, karena tidak ada penyesuaian, maka pendapatan Pertamina tercatat hanya sebesar Rp 31,38 miliar.

“Hampir US$ 1,5 miliar (selisih). Dikalikan Rp 13 ribu maka hampir Rp 19 triliun. Jadi, kita kekurangan revenue karena harga enggak disesuaikan,” kata dia. (*/maida)

Sumber: Liputan6.com

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita