Senin, 14 Juni 2021

Tak Hanya Kemiskinan, Sandi Sebut Ketimpangan di Jakarta Signifikan

Tak Hanya Kemiskinan, Sandi Sebut Ketimpangan di Jakarta Signifikan

Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Usai bertemu dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Pemprov DKI Jakarta menemukan angka kemiskinan yang tak turun sejak 10 tahun terakhir serta ketimpangan yang sudah terlalu ekstrem.

Banner Iklan Swamedium

Data Jakarta Smart City, sama dengan kemiskinan yang digambarkan oleh TNP2K. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan sebesar 3,77 persen. Walaupun terendah dalam skala nasional, Sandi menyayangkan angka tersebut tidak pernah turun.

“Kita bawa kemarin Jakarta Smart City juga. Kita ingin mendapat peta kemiskinan Jakarta ada dimana, cocok juga dengan temuan kemarin. Angka kemiskinan di Jakarta per Maret 2017 3,77 persen. Memang terendah se Indonesia, tapi ini ngga pernah turun 10 tahun terakhir,” terang Sandi di Balai Kota Jakarta, Rabu (15/11) pagi.

Koefisien rasio DKI Jakarta per Maret 2017 adalah sebesar 0,413, Sandi menyimpulkan bukan hanya kemiskinan yang menjadi masalah besar tapi juga ketimpangan.

“Kalau kita lihat trennya, gini koefisien ratio kita, di bulan Maret 2017 DKI Jakarta itu 0,413. Jadi bukan hanya kemiskinan tapi juga ada ketimpangan cukup signifikan,” jelas Sandi.

Bahkan dirinya menemukan banyak anekdot soal kepemilikan harta warga yang tergolong miskin.

“Yang secara anekdotal menemukan ada ibu meminta-minta dengan uang 23 juta rupiah uangnya dan perhiasan emas dan sebagainya itu bisa kita bidik. Karena data-data kemiskinan kita sudah by name by address,” tandas Sandi. (Ima)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita