Rabu, 25 November 2020

Barbie Rilis Boneka Berhijab Pertamanya

Barbie Rilis Boneka Berhijab Pertamanya

New York, Swamedium.com — Barbie akan merilis karakter pertama yang menggunakan hijab pada 2018. Boneka itu terinspirasi dari atlet anggar olimpiade, Ibtihaj Muhammad.

Ibtihaj (31) mulai dikenal pada olimpiade musim panas 2016 setelah ia menjadi atlet Muslimah Amerika Serikat yang pertama kali meraih medali dalam olimpiade serta sebagai atlet wanita AS pertama yang mengenakan hijab pada olimpiade.

“Terima kasih @Mattel karena mengumumkan saya sebagai anggota terbaru keluarga #Shero @Barbie! Saya bangga mengetahui bahwa anak-anak perempuan di mana pun kini dapat bermain dengan boneka Barbie yang mengenakan hijab! Suatu impian masa kecil yang menjadi kenyataan,” ungkap Ibtihaj pada akun Twitter.

“Shero” merupakan istilah gabungan dari she dan hero, yang berarti wanita teladan.

Barbie mengonfirmasi kabar tersebut, Senin (13/11), setelah upacara pembukaan pada pertemuan penghargaan wanita tahun ini versi majalah Glamour.

Para pengguna media sosial mengapresiasi gerakan itu sebagai langkah signifikan menuju representasi.

“Akhirnya pada 2017, kita punya @Barbie yang mengenakan hijab dengan nama belakang Muhammad … Katakan lagi kepada orang-orang yang mendukung: Inilah representasi,” seru Qasim Rashid, seorang aktivis hak asasi manusia.

“Saya suka ini! Boneka @Barbie pertama dengan hijab yang terinspirasi dari @IbtihajMuhammad. Inilah representasi; Orang-orang berkulit hitam; Muslim. Luar biasa,” tulis Britni Danielle, seorang penulis, di Twitter.

Simran Jeet Singh, seorang aktivis, mengatakan bahwa kabar boneka itu muncul bersamaan saat majalah GQ mengapresiasi Colin Kaepernick, seorang atlet pria dan aktivis AS berkulit hitam, sebagai warga negara tahun ini.

“Mari memilih minoritas yang berbeda untuk membantu negara ini. Mari lakukan ini, warga Amerika. Masa depan adalah milik kita,” ujar Simran.

Boneka Barbie berkulit hitam pertama dinamakan Christie, diedarkan pada 1968. Sementara itu, boneka Barbie dengan karakter wanita Afro-Amerika pertama dibuat pada 1980-an.

Bagaimana pun, tidak semua orang senang dengan boneka berhijab tersebut.

Seorang pengguna Twitter, Amy Mek, yang mengindikasikan dirinya sebagai seorang psikoterapis dan pendukung Donald Trump itu menuding fenomena itu sebagai antisemit.

Antisemit merupakan doktrin stereotip kaum yahudi yang merasa menjadi korban perselisihan atas kaum yang lain. Mereka mengklaim diri sebagai turunan kaum Semit (bani Sam, putra Nabi Nuh), padahal dari kaum Semit itu, lahir bangsa Arab, Ibrani, Asiria, dan yang lainnya.

Ann Coulter, seorang pengamat AS, menyinggung dengan sinis atas munculnya boneka Barbie berhijab itu, “Ken (boneka pria Barbie) ISIS dijual terpisah.” (Pamungkas)

Sumber: Al Jazeera

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.