Senin, 23 November 2020

IPW: Polisi Jangan Sungkan Menembak Mati Setya Novanto

IPW: Polisi Jangan Sungkan Menembak Mati Setya Novanto

Foto: Ketua Presidium Indonesian Police Watch Neta S Pane. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Presidum Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane geram dengan sikap yang diperlihatkan Ketua DPR RI Setya Novanto terhadap upaya penahanan terhadap dirinya yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan Neta menyebut pihak kepolisian untuk tidak sungkan menembak mati Setnov jika melawan saat dilakukan penangkapan.

“Jika maling ayam, teroris dan bandar narkoba melakukan perlawanan saat ditangkap dan polisi kemudian melakukan tembak di tempat, bahkan ditembak mati, hal yang sama juga harus dilakukan terhadap Setya Novanto,” kata Neta melalui rilisnya, Kamis (16/11).

Neta menambahkan, jika Setnov melakukan perlawanan saat ditangkap, pihak berwenang diminta jangan ragu-ragu untuk melakukan tembak di tempat terhadap Ketua Umum Partai Golkar itu.

“Polisi jangan sungkan sungkan menembak mati Setya Novanto jika dia melakukan perlawanan saat hendak ditangkap,” tukasnya.

Selain itu, Neta mendesak KPK dan Polri harus segera menjadikan status ketua DPR, Setya Novanto sebagai buron. Sebab, Setnov sudah mempersulit proses pemeriksaan.

Seperti diketahui, KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik. Pada Rabu (15/11) malam, aparat berusaha melakukan penahanan terhadapnya. Namun saat hendak diciduk dari kediamannya, petugas KPK tak menemukan Setnov.

“Tidak ada cara lain bagi KPK dan Polri selain menjadikan Setya Novanto sebagai DPO. KPK dan Polri harus membuat target dalam dua hari Setya Novanto tertangkap dan langsung ditahan karena sudah mempersulit proses pemeriksaan,” kata Neta.

Terakhir, Ia menegaskan bahwa di negara ini, siapa pun di depan hukum keberadaannya sama. Maka, rakyat biasa ataupun Ketua DPR jika melakukan pelanggaran hukum harus diperlakukan sama. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.