Jumat, 27 November 2020

Telusuri Keberadaan Setnov, KPK Minta Bantuan Masyarakat

Telusuri Keberadaan Setnov, KPK Minta Bantuan Masyarakat

Foto: Juru bicara KPK Febri Diansyah. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengharapkan kerjasama kepada semua pihak terkait upaya yang dapat membantu KPK untuk mengetahui keberadaan tersangka korupsi KTP Elektronik yang juga Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (16/11) sore. Ia juga mengatakan adanya risiko hukum jika terdapat pihak yang berupaya melindungi atau menyembunyikan tersangka, yakni dapat dikenakan sanksi pidana pada Pasal 21 UU Tipikor dengan ancaman pidana tiga hingga dua belas tahun.

“Oleh karena itu, kami ingatkan juga pada pihak pihak lain agar jangan sampai ada upaya untuk melindungi atau menyembunyikan karena ada resiko pidana terhadap perbuatan tersebut, seperti diatur di Pasal 21 UU Tipikor dengan ancaman pidana 3 sampai 12 tahun. Jadi kami harap hal ini tidak perlu terjadi jika ada kerjasama dan itikad baik untuk datang ke KPK,” ujar Febri.

Ia juga menjelaskan bahwa rencana penetapan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Setya Novanto masih dalam pembahasan.

“Saat ini, terkait dengan DPO, tim KPK masih membahasnya. Setelah kami mendatangi rumah SN kemarin, juga sudah disampaikan agar yang bersangkutan beritikad baik dengan cara menyerahkan diri dan kooperatif dengan proses hukum,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Dalam agenda pemanggilan dari KPK hari ini, Ketua Umum Partai Golkar itu kembali mangkir. Rencananya, Setnov diperiksa sebagai saksi atas tersangka Anang Sugiharto Sudihardjo pada lanjutan kasus KTP Elektronik.

Seperti diketahui, Setnov disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Republik Inonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto pasal 55 ayat (1) ke-1‎ KUHP‎. (Jok)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.