Sabtu, 28 November 2020

Alumni dari 12 Perguruan Tinggi di Indonesia Tolak Reklamasi Teluk Jakarta

Alumni dari 12 Perguruan Tinggi di Indonesia Tolak Reklamasi Teluk Jakarta

Foto: Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (PETISI) Tolak Reklamasi yang terdiri dari 12 alumni perguruan tinggi dengan tegas menolak reklamasi di Teluk Jakarta. (Dok. PETISI)

Jakarta, Swamedium.com – Ketua Presidium Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (PETISI) Tolak Reklamasi Akhmad Syarbini mengatakan bahwa gelombang penolakan reklamasi telah bergema di berbagai perguruan tinggi. Hal itu ditandai dengan makin intensifnya pertemuan antar alumni perguruan tinggi yang memiliki kesamaan sikap dan tujuan tersebut.

“Berkaitan dengan hal tersebut, maka kami mendeklarasikan Forum Alumni PETISI Tolak Reklamsi, yang diselenggarakan pada hari ini, (kemarin) Kamis 16 November 2017,” kata Syarbini di di TPI Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (16/11) kemarin.

Syarbini mengungkapkan alasan kenapa lokasi Kamal Muara menjadi tempat deklarasi, karena kegiatan nelayan dan kondisi lingkungan di lokasi tersebut dinilai sebagai salah satu yang paling terdampak buruk oleh Proyek Reklamasi Teluk Jakarta.

“Kami menyadari, setiap Alumni PETISI lahir dari rahim ibu pertiwi dan dibesarkan oleh kesusahan maupun kekayaan dari tanah dan air Indonesia. Karena itu Ketua Presidium Forum Alumni PETISI Tolak Reklamasi mengatakan, “Sebagai intelektual yang lahir dari rakyat, maka sudah sewajarnya setiap alumni perguruan tinggi membela kepentingan rakyat banyak. Bukan membela kemauan segelintir penguasa dan pengusaha besar yang berkolaborasi memainkan kepentingan mereka sendiri,” tegas Syarbini.

Dikatakan dia, melalui Forum Alumni PETISI Tolak Reklamasi ini, pihaknya mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera membatalkan pencabutan Moratorium Reklamasi Teluk Jakarta yang dilakukan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

“Forum juga menyerukan pemerintah agar menghentikan pembangunan proyek yang masih berlangsung,” tukasnya.

Lebih lanjut, Syarbini mengungkapkan, demi menentukan nasib pulau-pulau reklamasi yang sudah terlanjur dibangun di Teluk Jakarta, perlu dilakukan kajian secara mendalam agar dampaknya tidak merugikan kepentingan rakyat dan berdampak buruk terhadap lingkungan.

“Kami sudah mengumpulkan sejumlah kajian ilmiah yang dilakukan oleh anggota Forum Alumni PETISI Tolak Reklamasi sendiri, maupun oleh lembaga terkait,” ujar Syarbini.

Namun demikian, lanjut dia, Forum Alumni tetap akan memprakarsai dilakukannya sejumlah kajian dan diskusi yang lebih mendalam lagi. Yaitu meliputi kajian Teknik dan Lingkungan, sosial ekonomi dan budaya, Hukum dan pertahanan keamanan nasional.

“Hasil kajian tersebut nantinya akan segera diserahkan sebagai rekomendasi Forum Alumni PETISI Tolak Reklamasi kepada Presiden RI, DPR RI, Pemprov DKI Jakarta, DPRD DKI, Kemenko Maritim, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta lembaga terkait lainnya,” papar Sarbini.

Reklamasi Teluk Jakarta Adalah Masalah Nasional

Forum Alumni PETISI Tolak Reklamasi berpendapat, proyek reklamasi di Teluk Jakarta bukan lagi masalah DKI Jakarta semata, melainkan sudah menjadi isu nasional. Karena itu, melalui Forum Alumni PETISI Tolak Reklamasi, mengajak segenap alumni perguruan tinggi seluruh Indonesia untuk kompak menyuarakan STOP REKLAMASI dan menolak pencabutan Moratorium Reklamasi Teluk Jakarta. Forum juga akan mengawal proses dihentikannya proyek reklamasi untuk selamanya.

“Tolak Reklamasi tidak dapat dilakukan oleh orang-perorang. Tidak pula kuat jika hanya dilakukan oleh satu dua perguruan tinggi. Bahkan gerakan Stop Reklamasi juga tidak dapat mengandalkan kekuatan legal yang dimiliki oleh Gubernur/Wagub DKI semata,” tegas Syarbini.

Kami semua menyadari bahwa rakyat Jakarta khususnya, dan rakyat Indonesia umumnya, tengah menghadapi sebuah kekuatan pengembang raksasa yang sistematis dan cengkeramannya kepada kekuasaan sudah teramat kronis. Besarnya kekuatan tersebut, kita semua tidak pernah membayangkan sebelumnya. Karena itu kami akan melakukan kerja kelompok yang kompak dan solid,” lanjutnya.

Gerakan Moral yang Berpihak Kepada Rakyat

Sementara Sekretaris Forum Alumni PETISI Tolak Reklamasi, Sofyan Soemantri menjelaskan, setiap alumni yang terlibat dalam gerakan Tolak Reklamasi ini adalah sebuah gerakan moral yang berpihak kepada rakyat dengan membawa nama pribadi masing-masing alumi perguruan tinggi.

Dengan demikian, lanjut dia, pada setiap pribadi tersebut tetap melekat nama alumni perguruan tinggi tempat mereka belajar tentang bagaimana cara berpikir ilmiah, dan memandang suatu masalah dengan kacamata intelektual.

“Jadi mereka yang tergabung dalam Forum Alumni PETISI Tolak Reklamasi ini, adalah manusia-manusia yang menyadari segala risiko perjuangan. Gerakan Stop Reklamasi ini adalah sebuah gerakan moral yang mandiri, yang dibiayai swadaya dari kantong sendiri. Kami tidak terafiliasi dengan kepentingan politik apapun, baik Ormas Politik, agama, maupun golongan,” beber Sofyan.

Dijelaskan kembali oleh Sofyan, Forum Alumni PETISI Tolak Reklamasi lahir dari kesadaran untuk membela kedaulatan negara, dari skenario masuknya gelombang penduduk asing yang tidak memiliki hak apapun untuk menguasai tanah dan air Indonesia.

“Ribuan Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia yang tergabung dalam forum ini siap mengawal rakyat Indonesia untuk menghadapi ancaman dari luar dan menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Gerakan Tolak Reklamasi yang muncul secara simultan dari berbagai Perguruan Tinggi di tanah air ini, terinspirasi oleh Petisi Menolak Proyek Reklamasi di Teluk Jakarta yang digulirkan oleh lebih dari 1.500 Alumni ITB, pada tanggal 24 Oktober lalu.

Kini langkah pendaftaran petisi secara elektronik tengah dilakukan oleh bebagai Perguruan Tinggi. Mereka yang hingga kini telah saling bersinergi adalah Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjajaran, Universitas Islam Bandung, Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Hasanuddin, Universitas Andalas dan Universitas Tadulako.
Dan masih akan bergabung banyak lagi universitas serta akademi negeri maupun swasta ke dalam gerakan ini.

Jumlah total alumni yang terdaftar dalam Forum Alumni PETISI Tolak Reklamasi adalah 5.948 alumni yang berasal dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjajaran, Universitas Islam Bandung, Universitas Andalas, Universitas Gajah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Tadulako, dan Universitas Hasanuddin. (Jok/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.