Minggu, 29 November 2020

Pengamat Prihatin “Perang Antar Ulama” Jelang Pilgub Jatim 2018

Pengamat Prihatin “Perang Antar Ulama” Jelang Pilgub Jatim 2018

Foto: Pengamat politik asal Unitomo Redi Panuju. (Triwahyudi Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Perang antar ulama NU dalam pilgub Jatim mengundang keprihatinan di kalangan pengamat politik. Pasalnya, hal itu dinilai akan mengancam keutuhan NKRI.

Pengamat politik asal Unitomo Redi Panuju memandang bahwa pamer sumber dukungan ataupun legitimasi primordial merupakan dinamika kontestasi Pilkada yang tidak sehat. Hal tersebut, menurutnya merupakan pengingkaran mutlak terhadap Bhineka Tunggal Ika.

“Sekarang sudah masuk ke Merit System. Ini dimana lebih dibutuhkan profesional, rasional, kritis, inovatif. Agak naif juga kalau Jatim yang dominan NU maka otomatis Gubernurnya juga harus NU. NU itu adalah identitas kultural. Identitas kultural ini sangat berbeda dengan identitas politik,” jelas Redi di Surabaya, Jumat (17/11).

Redi, lebih lanjut menjelaskan bahwa dua poros yang sudah ada terlalu menonjolkan kekuatan primordial.

“Itu adalah bentuk kemunduran. Karena isu yang muncul pasti SARA dan soal agama. Seolah-olah agama adalah sumber legitimasi,” jelasnya.

Hal tersebut, menurut Redi sedang dihindari oleh jargon-jargon NKRI dan Pancasila. Sehingga, kondisi demikian dipandang menjadikan munculnya poros tengah pada Pilgub Jatim menjadi perlu.

“Poros tengah ini untuk menguji, apakah dengan dominasi NU lalu politik Jatim akan monoton atau tidak. Gerindra, PAN, dan PKS ini seharusnya pede dengan Poros Emas yang mereka gagas untuk kepentingan pluralisme. Kalau menyerah dan ikut arus, berarti dari segi perspektif politik Jatim bakal monoton,” pungkas Redi.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu publik disuguhi perang statemen antara Cak Imin dan Khofifah yang notabene sesama NU.

Baku kritik antara Kyai Mutawakil di pihak Gus Ipul dan Kyai Asep di pihak Khofifah dan perang ujaran antara Prof A’la dan Kyai Muhklis serta haru biru perang ujaran antara forum Kyai Kampung dan Kyai pendukung Khofifah dengan mudah ditemukan di berbagai media. (Ari)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.