Jumat, 27 November 2020

Angkat Putranya, Raja Salman Berencana Turun Takhta

Angkat Putranya, Raja Salman Berencana Turun Takhta

Putri Diana dan Pangeran Salman di Riyadh pada 1987. (ist.)

Riyadh, Swamedium.com — Pekan depan, Raja Salman berencana turun takhta dan mengumumkan putranya sebagai penggantinya.

Seorang narasumber yang dekat dengan keluarga Kerajaan mengatakan kepada Daily Mail secara eksklusif.

Rencana itu tampaknya merupakan langkah terakhir Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) dalam merebut kekuasaan yang dimulai sejak awal bulan ini dengan menahan lebih dari 40 pangeran, menteri, dan mantan menteri atas penyelidikan korupsi.

Narasumber tersebut menjelaskan bahwa Raja Salman hanya akan tetap menjadi kepala seremonial karena menyerahkan kepemimpinan negara dan pemerintahan kepada putranya.

Apabila tidak terjadi hal yang luar biasa, Raja Salman akan mengumumkan pengangkatan MbS (32) menjadi raja Arab Saudi pekan depan, kata narasumber itu.

Raja Salman akan berperan layaknya ratu Inggris. Ia hanya akan tetap menjadi “Pemelihara dua Kota Suci”.

Pada awal November, Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman (32), memerintahkan penahanan terhadap lebih dari 40 pangeran Arab Saudi, menteri, dan mantan menteri dalam penyelidikan korupsi. Mereka tidur di atas kasur tipis di dalam ruangan di Hotel Ritz Carlton yang dialihfungsikan menjadi rumah tahanan.

Seorang narasumber berkualifikasi menerangkan, saat menjadi raja, Pangeran akan mengalihkan fokusnya ke Iran, pesaing lama Arab Saudi di kawasan.

Narasumber itu menyebutkan, MbS pun akan mendapatkan bantuan dari militer kolonialis Israel untuk menundukkan Hizbullah, pasukan milisi syi’ah Libanon yang didukung oleh republik syi’ah Iran.

“MbS yakin ia harus menyerang Iran dan Hizbullah,” katanya. “Bertentangan dengan saran para tetua keluarga Kerajaan, itulah target MbS berikutnya. Oleh sebab itu, penguasa Kuwait menyebutnya secara pribadi “banteng yang mengamuk”.”

Rencana MbS ialah memulai serangan di Libanon, tetapi ia berharap dukungan militer kolonialis Israel. Ia telah menjanjikan bantuan miliaran dolar AS secara langsung kepada Israel jika mereka setuju.

MbS tidak dapat menghadapi Hizbullah di Libanon tanpa dukungan militer kolonialis Israel. Rencana B MbS ialah memerangi Hizbullah di Suriah. (Pamungkas)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.