Minggu, 25 Oktober 2020

Benarkah Benturan di Kepala Setya Novanto Bisa Sebabkan Kematian?

Benarkah Benturan di Kepala Setya Novanto Bisa Sebabkan Kematian?

Foto. Setya Novanto saat di RUmah Sakit Permata HIjau usai kecelakaan (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Kabar Ketua DPR RI Setya Novanto mengalami kecelakaan, Kamis (16/11) malam memunculkan beragam komentar yang rata-rata nyinyir. Warganet banyak yang meragukan kalau kepalanya sampai gegar otak setelah terbentur dalam insiden tersebut.

Mobil yang ditumpangi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini disebut menabrak tiang listrik, namun belakangan diralat kalau hanya menabrak tiang lampu. Akibat benturan itu, Setya Novanto dilarikan ke rumah sakit, bahkan pengacaranya mengatakan kepalanya terbentur, sehingga dikhawatirkan gegar otak.

Apa itu gegar otak?

Sebagaimana dirilis laman Klikdokter, dr. Rio Aditya mengatakan bahwa dalam bahasa medis, gegar otak disebut juga dengan Traumatic Brain Injury (TBI) atau cedera kepala traumatik. TBI adalah gangguan pada fungsi otak setelah kepala mengalami benturan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dampak terburuknya, kondisi ini dapat menyebabkan kematian.

TBI ini sendiri memiliki 3 derajat keparahan, yaitu cedera kepala ringan, cedera kepala sedang dan cedera kepala berat. Pada cedera kepala ringan, penderita hanya mengalami keluhan seperti nyeri saja atau pusing, tanpa disertai hilangnya kesadaran.

“Sedangkan pada cedera kepala sedang bisa disertai dengan pingsan untuk beberapa saat dan juga muntah-muntah. Pada cedera kepala berat, kesadaran bisa hilang sepenuhnya dan terdapat gangguan pada otak yang bisa membahayakan nyawa apabila tidak ditangani dengan segera,” kata dr. Rio.

Sementara itu, menurut dr. Dyan Mega Inderawati, benturan yang terjadi pada kepala akan menghilang dalam hitungan menit, hari, atau minggu. Akan tetapi bila nyeri kepala setelah benturan ini tidak kunjung mereda atau bahkan membuat penurunan kesadaran, maka nyeri kepala tersebut tidak bisa dianggap remeh.

“Karena nyeri kepala ini mungkin bisa menjadi suatu tanda bahaya dan dapat mengancam kesehatan individu yang bersangkutan,” katanya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.