Senin, 30 November 2020

Insiden Antara Jerman dan Saudi Menjelang Kepulangan Saad Hariri ke Libanon

Insiden Antara Jerman dan Saudi Menjelang Kepulangan Saad Hariri ke Libanon

Presiden Emmanuel Macron dan Saad Hariri bertemu di lapangan Istana Elysee di Paris, Prancis, Sabtu (18/11). (Benoit Tessier/Reuters)

Paris, Swamedium.com — Pemerintah Arab Saudi memanggil pulang duta besarnya untuk Jerman setelah komentar menteri luar negeri Jerman tentang krisis politik di Libanon.

Kemenlu Arab Saudi mengatakan bahwa Pemerintah akan menyampaikan catatan keberatan kepada duta besar Jerman untuk Saudi di Riyadh.

Langkah itu menyusul komentar Sigmar Gabriel yang menghinakan dan tidak tepat usai pertemuannya dengan menteri luar negeri Libanon.

Setelah bertemu dengan Gebran Bassil di Berlin, Sigmar mengatakan kepada para wartawan bahwa Eropa “tidak dapat menoleransi petualangan yang menyebar di sana”. Tidak jelas dari rekaman televisi Reuters bahwa ucapan itu menyinggung Arab Saudi.

Perdana Menteri Libanon, Saad Hariri, mengundurkan diri ketika berada di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (4/11).

Arab Saudi dituding terlibat dalam pengunduran diri Saad, sehingga memicu krisis politik di Libanon.

“Ucapan seperti itu mengejutkan dan tidak dapat diterima oleh Kerajaan Arab Saudi yang menganggapnya tidak jelas dan tidak berdasarkan informasi yang benar; tidak akan membantu stabilitas di region,” kata kemenlu Saudi.

Pengunduran diri Saad yang mendadak telah meningkatkan perhatian terhadap stabilitas dalam negeri Libanon.

Dia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Paris, Sabtu (18/11).

Presiden Libanon, Michel Aoun, berkata di Twitter, Saad telah mengatakan kepadanya melalui telepon, Sabtu (18/11) dini hari, dari Paris bahwa Saad akan berada di Libanon pada Rabu (22/11) dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan Libanon ke-74.

Kemenlu Jerman menyambut baik kepergian Saad dari Arab Saudi ke Paris serta kembalinya ia ke Libanon.

“Kami sangat mencermati stabilitas regional dan menyerukan berkurangnya ketegangan,” tulis pernyataan kemenlu Jerman. “Kami menyampaikan pesan ini kepada semua yang berperan di region.”

Saad akan mengklarifikasi posisinya sekembalinya ke Libanon.

“Berkenaan dengan situasi politik di Libanon, saya akan pergi ke Beirut dalam beberapa hari ini. Saya akan hadir dalam perayaan kemerdekaan. Dan di sanalah saya akan memberitahukan posisi saya pada masalah ini setelah bertemu dengan Presiden (Michel) Aoun,” kata Saad usai berbicara dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Paris, Sabtu (18/11).

Saad menolak berbagai pertanyaan. Ia berterima kasih kepada Macron yang telah memediasi sebagai bagian dari upaya Prancis untuk meredakan ketegangan melalui bantuan Macron.

Macron telah memaksimalkan hubungan dekat Prancis dengan Libanon dan Arab Saudi untuk menjamin kesepakatan yang membuat Saad pergi ke Paris dan membuka pintu resolusi terhadap krisis tersebut. (Pamungkas)

Sumber: Reuters

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.