Jumat, 27 November 2020

Iran Berkeliaran, Reza Zarrab Kembali Seret Turki Menentang Amerika Serikat

Iran Berkeliaran, Reza Zarrab Kembali Seret Turki Menentang Amerika Serikat

New York, Swamedium.com — Pemerintah Turki mengeluarkan catatan diplomatik, Rabu (15/11), mendesak Amerika Serikat memberitahu pihak berwenang Turki sebelum memindahkan Reza Zarrab (RZ).

Pemerintah Turki bermaksud mengikuti langkah-langkah pemerintah AS dalam perkembangan kasus RZ.

RZ merupakan seorang pengusaha emas berwargakenegaraan Iran, Azərbaycan, dan Turki. Ia ditahan di Manhattan, New York, pada 2013.

Jaksa-jaksa AS mendakwa RZ dan yang lainnya atas keterlibatannya dalam transaksi-transaksi perdagangan untuk rezim syi’ah Iran dan institusi-institusi sejak 2010 hingga 2015 dalam rangka menghindari sanksi AS terhadap republik syi’ah Iran.

Selain itu, pemerintah AS pun menahan Mehmet Hakan Atilla (MHA), seorang eksekutif Halkbank, sebuah bank milik negara Turki, pada Senin, 27 Maret 2017.

MHA (47), wakil direktur eksekutif Halkbank, ditahan atas dakwaan berkonspirasi dengan RZ. MHA berkonspirasi dengan RZ dan yang lain pada 2010–2015 untuk merahasiakan ulah RZ yang menyediakan uang dan emas bagi rezim syi’ah Iran dan berbagai institusi di Iran melalui Halkbank tanpa membebankan bank itu dalam sanksi AS terhadap republik syi’ah Iran.

MHA dan RZ memperdaya banyak bank AS untuk memproses transaksi-transaksi ilegal melalui penggunaan sejumlah front company dan invois-invois palsu.

Media pro rezim Turki melaporkan, kementerian luar negeri Turki menyatakan bahwa RZ baru-baru ini diancam di suatu fasilitas penahanan federal, sehingga akhirnya ia dipindahkan ke fasilitas yang lain.

Kemenlu Turki menekankan pentingnya bantuan kemenlu AS untuk memberitahukan kedutaan besar Turki dan pengacara para terpidana sesegara mungkin ketika mereka dipindahkan ke lokasi baru.

Pengacara RZ tidak dapat berkomunikasi dengan kliennya, yang akan mengikuti persidangan pada akhir November.

Kejaksaan Tinggi New York pun tidak menginformasikan segala sesuatu tentang RZ yang spesifik, seperti kondisi kesehatannya.

Pada 21 September 2016, Presiden Recep Tayyip Erdoğan meminta pembebasan RZ serta pemecatan mantan jaksa AS, Preet Bharara, dalam pertemuan dengan mantan wakil presiden AS, Joe Biden.

Sementara itu, istri Erdoğan, Emine Erdoğan, pun membahas kasus itu dengan istri Joe Biden, Jill Biden.

Pada Oktober 2016, menteri keadilan Turki saat itu, Bekir Bozdağ, mengunjungi jaksa agung AS saat itu, Loretta E. Lynch, untuk mendebat bahwa kasus tersebut tidak berdasarkan bukti dan RZ harus bebas.

Pada 6 September 2017, pengadilan distrik selatan New York mendakwa dan memerintahkan penangkapan terhadap mantan menteri ekonomi Turki, Mehmet Zafer Çağlayan, mantan direktur umum Halkbank, Süleyman Aslan, dan dua orang yang lainnya, yakni Levent Bakkal dan Abdullah Happani

Keempatnya didakwa atas konspirasi menggunakan sistem keuangan AS untuk bertransaksi senilai ratusan juta dolar AS atas nama pemerintah dan institusi-institusi Iran yang dilarang oleh AS.

RZ merupakan pemain sentral dan utama dalam drama korupsi besar di Turki yang mulai populer pada Desember 2013.

Ia bersama orang-orang di lingkaran dalam partai rezim Turki, yaitu partai keadilan dan pembangunan (AKP), dan perdana menteri saat itu, Recep Tayyip Erdoğan, telah menyogok para pejabat setingkat menteri dan para pejabat bank untuk memfasilitasi berbagai transaksi yang menguntungkan republik syi’ah Iran.

Setelah Erdoğan menyebut kasus ini sebagai usaha kudeta menggulingkan pemerintahannya yang diatur oleh musuh-musuh politiknya, beberapa jaksa Turki ditarik dari kasus tersebut, polisi ditugaskan kembali, dan kasus itu pun tenggelam di Turki.

Robert Mueller, seorang pengacara senior dan mantan direktur FBI, menyelidiki apakah Erdoğan menawarkan Letjen. (Purn.) Michael “Mike” Flynn, lebih dari 15 juta dolar AS salah satunya untuk menenggelamkan kasus RZ.

Flynn merupakan seorang mantan penasihat keamanan nasional AS.

Danny Cevallos, seorang jaksa dan analisis hukum untuk MSNBC dan NBC News, mengatakan, mengingat hubungan antara Erdoğan dan RZ serta persekongkolan antara rezim Turki dengan Flynn, putusan RZ untuk bekerja sama dengan para jaksa federal adalah suatu perkembangan yang signifikan.

Danny berpendapat berdasarkan pengalamannya dan apa yang ia pelajari tentang kasus tersebut, pemindahan RZ dari penjara federal ke tempat perlindungan saksi federal sepenuhnya sesuai dengan hak seseorang yang bekerja sama.

RZ sudah keluar dari penjara dan akan menjelaskan semuanya kepada para jaksa. Tentunya, hal itu sangat tidak diharapkan oleh rezim Erdoğan.

Publik, baik di dalam maupun di luar Turki, akan senantiasa mengingat dengan baik konspirasi rezim Turki dengan republik syi’ah Iran melalui RZ. Oleh sebab itu, bagaimana pun rezim Erdoğan berdalih tentang drama tersebut masyarakat internasional yang kritis tidak akan mengiakan. (*/Pamungkas)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.